Breaking News:

Pasca Insiden Pembacokan, Kades Tonjong Imbau Orang Tua Agar Sang Anak Tidak Salah Pergaulan

Aksi pembacokan dilakukan segerombolan pelajar SMK di Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang pada Senin (15/8/2022).

Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
Dok. Polsek Kramatwatu
Segerombolan pelajar yang diduga anarkis berhasil diamankan pihak Polsek Kramatwatu. Salah seorang dari kelompok tersebut melakukan pembacokan kepada seorang pelajar di sebuah warung di Desa Tonjong, Kabupaten Serang. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, KABUPATEN SERANG - Aksi pembacokan terjadi di Desa Tonjong, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang pada Senin (15/8/2022).

Insiden itu dilakukan segerombolan pelajar SMK asal Kota Cilegon.

Satu orang pelajar menjadi korban pembacokan dalam peristiwa itu.

Baca juga: Saat Warga Kramatwatu Serang Tangkap Pelaku Pembacokan Pelajar SMK di Banten, Dikejar Sampai Sawah

Buntut dari peristiwa itu, Kepala Desa Tojong, Udin Supriyadin mengaku dirinya telah memberikan arahan kepada tokoh masyarakat, pemuda dan ketua RT/RW untuk mengimbau para orang tua agar bisa mengarahkan anaknya ke jalan yang benar.

Hal itu agar sang anak tidak terjatuh dalam pergaulan bebas.

“Kami sangat menyayangkan kejadian pembacokan yang dilakukan para pelajar, yang seharus dapat bersekolah dengan baik," katanya saat ditemui di Kantor Desa Tonjong, Selasa (16/8/2022).

Selain itu, Udin mengatakan, peristiwa ini baru pertama kali terjadi, dan langsung menimpa pelajar desa setempat.

Dirinya juga mengatakan, telah menanyakan hal tersebut kepada ke tiga pelajar yang merupakan warga setempat.

Namun ketiganya mengaku tidak kenal dengan segerombolan pelajar, yang melakukan penyerangan itu.

"Pelaku dan korban tidak mengenal satu sama lain, bahkan mereka tidak punya permasalahan sebelumnya," katanya.

Menurutnya, gerombolan pelajar itu tiba-tiba datang dan melakukan aksi penyerangan, dengan membawa senjata tajam.

Baca juga: Warga Melihat Kobaran Api di Teras Rumah di Kramatwatu, Kemudian Berteriak Minta Tolong

Udin mengatakan, hal itu membuat masyarakat menjadi resah dan khawatir kepada anak-anaknya saat berangkat dan pulang sekolah.

Maka dalam hal ini pihaknya meminta kepada jajaran pemerintah daerah, pihak sekolah serta kepolisian untuk lebih memperhatikan pergaulan para siswa juga memberikan pengarahan, agar tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami sudah berikan himbauan kepada masyarakat juga agar tidak resah dan takut, jika ada warga yang mencurigai pelajar membawa senjata tajam bisa langsung melapor ke polsek terdekat," katanya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved