Breaking News:

Laba Bersih PLN Masuk 7 Besar BUMN di Indonesia, Stafsus Menteri BUMN: Kontribusi Kurangi Kemiskinan

Pada tahun buku 2021, badan usaha milik negara (BUMN) mampu meningkatkan pendapatan

dokumentasi PLN
ilustrasi PLN. Laba bersih dari 10 perusahaan terbesar di Indonesia, tujuhnya adalah BUMN dan PLN jadi satu di antara yang terbesar 

TRIBUNBANTEN.COM - Pada tahun buku 2021, badan usaha milik negara (BUMN) mampu meningkatkan pendapatan dari Rp 1.130 trilun ke Rp 1.982 triliun.

Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan kenaikan pendapatan itu mengerek pertumbuhan laba total sehingga bisa berkontribusi lebih untuk negara.

Hal itu sebagai wujud contoh berhasilnya BUMN melakukan efisiensi dan transformasi.

Baca juga: Capaian Transformasi PLN Dipuji Menteri BUMN Erick Thohir, Mampu Kurangi Utang saat Pandemi Covid-19

Selain itu, juga menunjukkan bukti BUMN berada di trek yang benar.

"Laba bersih dari 10 perusahaan terbesar di Indonesia, tujuhnya adalah BUMN dan PLN jadi satu di antara yang terbesar," katanya melalui rilis yang diterima TribunBanten.com, Kamis (18/8/2022).

Hal itu dikatakan Arya dalam Webinar BUMN Lokomotif Pemulihan Ekonomi Nasional, Rabu (17/8/2022).

Arya mencontohkan wujud kontribusi BUMN adalah mampu mengurangi angka kemiskinan dengan berkurangnya angka masyarakat kelas bawah.

"Kelas menengah telah mencapai 232 juta. Artinya kelas bawah semakin mengecil," ucapnya.

Kontribusi BUMN ini hasil dari efisiensi dan transformasi yang dilakukan Kementerian BUMN dan perusahaan plat merah dalam mengadaptasi tantangan global.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa atas arahan Menteri BUMN Erick Thohir beserta jajarannya, BUMN harus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan melakukan upaya esktra dalam pemulihan ekonomi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved