Breaking News:

Usung Ideologi Soeharto, Beda Nasib Partai Berkarya dan Parsindo di Pendaftaran Peserta Pemilu 2024

Dua partai politik mengusung ideologi Soeharto, presiden kedua Republik Indonesia, mendaftarkan diri sebagai peserta pemilu 2024 di KPU RI.

Editor: Glery Lazuardi
bangka.tribunnews.com
Ilustrasi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dua partai politik mengusung ideologi Soeharto, presiden kedua Republik Indonesia, mendaftarkan diri sebagai peserta pemilu 2024 di KPU RI. 

TRIBUNBANTEN.COM - Dua partai politik mengusung ideologi Soeharto, presiden kedua Republik Indonesia, mendaftarkan diri sebagai peserta pemilu 2024 di KPU RI.

Yaitu, Partai Berkarya dan Partai Swara Rakyat Indonesia ( Parsindo). Setelah mendaftarkan diri di KPU RI, Partai Berkarya tak lolos pendaftaran.

Padahal, Partai Berkarya adalah peserta pemilu 2019. Sementara itu, Parsindo dinyatakan lolos. Diketahui, sebanyak 24 partai politik dipastikan lolos ke tahap verifikasi administrasi Pemilu 2024.

Baca juga: Bukan Cak Imin, Dua Sosok Ini Dianggap Cocok Dampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2024

Partai Berkarya Tak Lolos

Komisi Pemilihan Umum ( KPU) RI menyatakan Partai Berkarya tak lolos pendaftaran sebagai partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2024.

Alasannya, karena partai pimpinan Muchdi Purwoprandjono itu tak melengkapi berkas persyaratan hingga akhir waktu pendaftaran.

Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang mengatakan, pihaknya akan menggugat KPU RI ke Bawaslu karena tidak diloloskan dalam pendaftaran.

"Kita akan gugat KPU ke Bawaslu, segera, dalam Minggu ini," kata Andi kepada wartawan, Rabu (17/8/2022).

Ia menjelaskan, pihaknya mengalami masalah di internal partai, sehingga tidak bisa menyelesaikan persyaratan pendaftaran parpol tersebut.

"Masih ada upaya untuk bisa menerima pendaftaran melalui cara menggugat KPU lewat Bawaslu. Tipis harapan tapi kita coba saja," ujar dia.

Baca juga: Dulu Jadi Timses, Kini Eggi Sudjana Ogah Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024, Enggak-enggak

Andi mengatakan, pada Pemilu 2019, Partai Berkarya lolos sebagai peserta pemilu juga sempat menggugat KPU karena dinyatakan tidak lolos tahapan verifikasi administrasi.

Bawaslu, kata dia, mengabulkan gugatan Partai Berkarya sehingga saat itu akhirnya Partai Berkarya lolos tahapan verifikasi administrasi dan langsung ke tahapan verifikasi faktual.

"Kalau saat ini, baru daftar sudah gugur tapi kita coba, semoga dapat kesempatan untuk lanjut proses verifikasi administrasi. Walaupun sudah banyak pengurus daerah yang sudah down/kecewa dan lompat partai lain," kata Andi.

Sebelumnya, Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty mengatakan, dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, kata Lolly, Bawaslu akan memproses sengketa tersebut dalam waktu maksimal 12 hari.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved