Breaking News:

Cerita Heroik Densus 88 di Mako Brimob pada 2018 dalam Film "Sayap Sayap Patah", Ganjar: Menegangkan

Sangat heroik gitu ya dan kita bisa mendapatkan cerita dari layar lebar yang mungkin merekonstruksi apa yang terjadi di sana

dokumentasi Pemprov Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menonton bersama tiga pemeran utama film "Sayap Sayap Patah", yaitu Nicholas Saputra, Ariel Tatum, dan Nugie, di bioskop di Semarang, Jumat (19/8/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Lima anggota polisi dan seorang napiter tewas dalam kerusuhan di Mako Brimob pada 2018.

Peristiwa nyata itu kemudian direkonstruksi sutradara Rudi Soedjarwo menjadi film berjudul " Sayap Sayap Patah".

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun menonton bersama tiga pemeran utama film "Sayap Sayap Patah", yaitu Nicholas Saputra, Ariel Tatum, dan Nugie, di bioskop di Semarang, Jumat (19/8/2022).

Baca juga: 150 Buruh Migran Jahit Bendera Merah Putih Sepanjang 22,5 Meter Selama 3 Bulan, Diserahkan ke Ganjar

"Menegangkan. Sangat heroik gitu ya dan kita bisa mendapatkan cerita dari layar lebar yang mungkin merekonstruksi apa yang terjadi di sana," katanya melalui rilis yang diterima TribunBanten.com, Sabtu (20/8/2022).

Menurut Ganjar, cerita heroik anggota Densus 88 juga dibumbui drama dan asmara Ipda Adjie (diperankan Nicholas Saputra) dan istrinya, Nani (diperankan Ariel Tatum).

Pasangan itu mampu memberikan gambaran bagaimana kehidupan keluarga anggota polisi.

Nani yang sedang hamil selalu dihadapkan dengan kecemasan dan ketakutan akan masa depan suaminya.

Sampai pada akhirnya seluruh kecemasan itu menjadi kenyataan karena Ipda Adjie meninggal setelah menjadi korban kerusuhan di Mako Brimob, tepat saat kelahiran anak pertamanya.

Cerita yang heroik ini dibumbui dengan cerita asmara yang selalu membuat orang yang melihat dikoyak-koyak hatinya.

"Tadi banyak yang meleleh juga, menangis karena si aktor yang berdedikasi sangat tinggi untuk memberantas terorisme harus meninggal dan anaknya lahir pada saat bapaknya dibunuh. Ini yang membuat orang sangat terharu," ujar gubernur berambut putih ini.

Menurut Ganjar, film "Sayap Sayap Patah" menunjukkan masih banyak anggota polisi yang berdedikasi tinggi untuk negara dan institusi kepolisian.

Baca juga: Uria Enggan ke Papua Sebelum Bertemu Ganjar, Akhirnya Bisa Berjumpa dan Serahkan Mahkota Kasuari

Film itu juga visa menjadi satu bahan untuk kampanye deradikalisasi.

"Pesannya ya kita musti menjaga bangsa, musti menjaga negara, dan betul-betul masih banyak kok orang yang berprofesi dan punya dedikasi yang sangat baik kepada institusi," katanya.

Dia mencontohkan di film itu, polisi yang punya dedikasi yang hebat.

"Mudah-mudahan ini bagian dari kebangkitan," ujar Ganjar.

Baca juga: Dapat Pertanyaan dari Siswi SMA Luar Biasa, Ini Tantangan Ganjar kepada Pelajar SMA dan SMK

Dia menilai film " Sayap Sayap Patah" dapat menjadi media pembelajaran yang bagus tentang patriotisme dan deradikalisasi.

Sebab, dalam film itu digambarkan ketika seseorang salah jalan bisa bertindak apa pun dan bisa sangat kejam. 

"Mungkin beberapa tokoh bisa diajak menonton bersama pelajar, bersama masyarakat, terus ada diskusi kecil. Saya kira narasumber-narasumber yang kemarin ikut kita di upacara itu bisa juga kita ajak nonton dan berdiskusi," katanya.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved