Breaking News:

Viral Video Siswa SMP di Cilegon Bully Dua Adik Kelasnya, Ditampar dan Ditendang Hingga Tersungkur!

Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan terhadap dua pelajar sekolah yang diduga terjadi di SMPN 6 Cilegon.

Penulis: Sopian Sauri | Editor: Ahmad Haris
Tangkap Layar/Kolase TribunBanten.com
Sebuah video yang memperlihatkan aksi perundungan dilakukan oleh siswa SMP terhadap dua adik kelasnya. Kejadian itu diduga terjadi di SMPN 6 Cilegon, Banten. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Sopian Sauri

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Bereder video di media sosial yang memperlihatkan aksi perundungan dua pelajar sekolah, yang diduga terjadi di SMPN 6 Cilegon.

Dari unggahan yang beredar tersebut, didapat dari akun media sosial facebook Rafika Duski Anwar, salah seorang wali siswa.

Video yang diunggah berdurasi 30 dektik tersebut terlihat seorang siswa yang mengenakan kaos olahraga berwarna biru, tengah melakukan pemukulan terhadapa dua siswa lainnya, yang mengenakan seragam putih biru.

Baca juga: Usai Kejadian Pelajar Diserang Belasan Siswa Hingga Alami Luka Bacok, Warga Kramatwatu Trauma

Dalam video tersebut, siswa yang mengenakan kaos biru melakukan penamparan hingga tendangan terhadap salah satu korban, hingga tersungkur.

Tampak terlihat sejumlah siswa yang ada hanya melihat aksi pemukulan tersebut, seakan menjadi penonton.

Dikutip TribunBanten.com dari Facebook Rafika Duski Anwar, dijelaskan jika dirinya mendapatkan video kiriman perlakukan pembullyan yang dikira anaknya.

“Semalam sempat panik dapat kiriman video ini. Sampai anakku yang kerja jauh nangis semaleman. Keluarga kira korban bully ini Gibran anak saya. Ternyata setelah diperhatikan bukan Gibran,” katanya.

“Apapun itu, saya tidak tahu ini anak siapa, Baik korban ataupun pelakunya."

"Tapi saya miris karena bibit-bibit premanisme sudah tampak di usia SMP."

Baca juga: Lama Tak Pulang, Siswi SMP di Pati Ditemukan di Rumah Kosong, Alat Vital Luka dan Perut Hamil

"Saya menghimbau dan berharap,ada efek jera bagi pelaku,” lanjutnya.

"Bapak atau Ibu guru SMPN 6, mohon bisa ditindaklanjuti."

"Jika dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan akan timbul lagi,” tukasnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved