Breaking News:

Foto Berbicara: Eropa Dilanda Kekeringan Terparah dalam 500 Tahun, Ini Dampak Mengerikannya

Negara-negara di Eropa saat ini sedang dilanda bencana kekeringan parah, bahkan yang terparah dalam 500 tahun terakhir.

Editor: Ahmad Haris
(AP PHOTO/MARTIN MEISSNER via Kompas.com)
Ketinggian air di Sungai Rhine tampak rendah di Cologne, Jerman, Rabu, 10 Agustus 2022. Kekeringan yang belum pernah terjadi sebelumnya melanda hampir setengah dari benua Eropa, merusak ekonomi pertanian, memaksa pembatasan air dan mengancam spesies air. Ketinggian air turun di sungai-sungai besar seperti Danube, Rhine dan Po. 

TRIBUNBANTEN.COM - Negara-negara di Eropa saat ini sedang dilanda bencana kekeringan terparah.

Bahkan, berdasarakan data yang ada, bencana kekeringan ini merupakan yang terparah dalam 500 tahun terakhir.

Kekeringan terparaj ini berdampak di banyak negara seperti Jerman, Prancis, Spanyol hingga Inggris.

Baca juga: Termasuk Banten, Beberapa Wilayah Ini Alami Hari Tanpa Hujan Panjang, Siaga Kekeringan

Mengutip Kompas.com, berdasarkan Observatorium Kekeringan Eropa UE, 47 persen dar UE berada di bawah peringatan kekeringan, dengan 17 persen dalam siaga merah.

Kekeringan terburuk ini mempengaruhi banyak aspek seperti transportasi kargo, produksi listrik, air minum, produk hewani, dan tanaman.

Negara Eropa dilanda kekeringan

Berikut beberapa contoh dampak kekeringan terburuk di Eropa dalam 500 tahun terakhir.

1. Jerman

Sungai Rhine di Jerman, telah mencapai tingkat yang sangat rendah, sehingga kapal-kapal dipaksa untuk mengurangi beban kargo mereka hingga 75 persen dan bahkan membatalkan transportasi.

Kekeringan yang melanda Sungai Rhine ini berdampak pada transportasi, dan perekonomian, tidak hanya negara Jerman saja melainkan beberapa negara lain yang bergantung pada Sungai Rhine untuk bahan bakar transportasi mereka.

Dampak kekeringan di Eropa ini juga terjadi di Sungai Oder, yang membentang antara Jerman dan Polandia.

Di mana akibat kekeringan parah di Sungai Order, telah terjadi kematian ikan massal, yang diduga kemungkinan disebabkan oleh tumpahan bahan kimia yang memperburuk kondisi ikan, di saat ikan-ikan itu sudah menghadapi suhu air yang lebih tinggi, tingkat air yang lebih rendah, dan kadar oksigen yang lebih rendah karena kekeringan.

2. Serbia dan Perancis

Di Serbia dan Perancis, beberapa sungai telah mengering total, yang mengakibatkan ikan mati massal di dasar sungai.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved