Breaking News:

Foto Berbicara: Eropa Dilanda Kekeringan Terparah dalam 500 Tahun, Ini Dampak Mengerikannya

Negara-negara di Eropa saat ini sedang dilanda bencana kekeringan parah, bahkan yang terparah dalam 500 tahun terakhir.

Editor: Ahmad Haris
(AP PHOTO/MARTIN MEISSNER via Kompas.com)
Ketinggian air di Sungai Rhine tampak rendah di Cologne, Jerman, Rabu, 10 Agustus 2022. Kekeringan yang belum pernah terjadi sebelumnya melanda hampir setengah dari benua Eropa, merusak ekonomi pertanian, memaksa pembatasan air dan mengancam spesies air. Ketinggian air turun di sungai-sungai besar seperti Danube, Rhine dan Po. 

Perusahaan listrik EDF Perancis telah dipaksa untuk mengurangi output listrik dari tenaga nuklir karena kekurangan air untuk mendinginkan pembakit listrik. Padahal, pembakit nuklir menghasilkan 70 persen listrik Perancis.

Selama ini, produksi energi untuk pembangkit listrik tenaga air yang ada, mengandalkan air sungai.

Namun, akibat kekeringan saat ini di Eropa, menyebabkan produksi energi dari air sungai semakin rendah di berbagai negara.

Produksi energi dari air sungai adalah 3930 GWh lebih rendah dari biasanya tahun ini pada awal Juli di Perancis, 2.244 GWh lebih rendah di Portugal, dan 5039 GWh lebih rendah di Italia.

Sementara itu, infrakstuktur juga tidak luput dari dampak kekeringan ini, dengan bukti retak-retaknya rumah saat tanah mengering.

Lalu, cuaca di Perancis yang sangat kering juga menyebabkan kebarakan hutan, produksi jagung menjadi yang terburuk dalam satu dekade, terutama saat mereka mengkhawatirkan impor jagung dari Ukraina terganggu akibat perang.

Tanaman lain termasuk gandum, persik, stroberi, dan aprikot juga akan terpengaruh akibat kekeringan ini.

3. Italia

Selain Jerman dan Perancis, kekeringan di Eropa dengan terparah dalam 500 tahun terakhir ini juga dialami Italia.

Aliran Sungai Po di Italia telah menurun 90 persen. Hal ini berpengaruh terhadap menurunnya pula produksi jagung dan beras risotto.

Sungai Po disebutkan berada pada tingkat keparahan kekeringan tertinggi, dengan pergerakan air asin justru semakin meningkat saat permukaan sungai turun.

Panen beras risotto bisa turun 60 persen, disebabkan oleh kerusakan sawah selama bertahun-tahun yang akan datang oleh peningkatan kadar garam.

Meningkatnya suhu dan kondisi kering juga membuka jalan bagi wabah belalang terburuk dalam tiga dekade, yang menghancurkan persediaan makanan musim dingin untuk ternak di pulau Sardinia.

Secara keseluruhan, sepertiga dari pertanian di Italia sekarang mengalami kerugian produksi makanan

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved