Breaking News:

Harga Pertalite Berpotensi Jadi Rp 10 Ribu per Liter, KSPI Protes: Tiga Tahun Upah Buruh Tak Naik!

BBM jenis Pertalite dikabarkan akan mengalami kenaikan sebesar 30 persen. KSPI menolak rencana kenaikan harga BBM.

Editor: Glery Lazuardi
Kolase Instagram Anies Baswedan & Kompas.com
Presiden Partai Buruh Said Iqbal. BBM jenis Pertalite dikabarkan akan mengalami kenaikan sebesar 30 persen. KSPI menolak rencana kenaikan harga BBM. 

TRIBUNBANTEN.COM - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dikabarkan akan mengalami kenaikan sebesar 30 persen.

Semula harga BBM jenis Pertalite hanya Rp 7.650 per liter. Jika naik sebesar 30 persen, maka harga BBM jenis Pertalite akan menjadi Rp 10.000

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak rencana kenaikan harga BBM. Sebab, kenaikan harga BBM akan berdampak negatif bagi perekonomian masyarakat.

Presiden KSPI Said Iqbal mengungkapkan beberapa alasan mengapa pihaknya menolak kenaikan BBM.

Pertama, kenaikan BBM akan meningkatkan inflasi secara tajam.

Baca juga: Kronologi Anggota DPRD Kota Palembang Pukul Wanita di SPBU, Berawal dari Potong Antrean BBM

Dia memprediksi, inflasi bisa tembus di angka 6,5 % dan akan berdampak pada daya beli rakyat kecil yang kian terpuruk.

"Khususnya buruh pabrik yang selama 3 tahun tidak naik sudah menyebabkan daya beli turun 30 % . Kalau BBM naik, bisa-bisa daya beli mereka turun hingga 50 % ," ujar Said Iqbal, Kamis (25/8).

Kedua, tingkat upah di kalangan buruh yang tidak naik juga akan berdampak pada banyaknya PHK akibat kenaikan harga barang. Hal ini, karena, perusahaan juga akan melakukan efisiensi akibat biaya energi yang meningkat.

Ketiga, tidak tepat membandingkan harga BBM di suatu negara dengan tidak melihat income per kapita.

Misalnya, jika harga Pertalite di Indonesia dinaikkan menjadi Rp 10.000 per liter dan dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS) yang sekitar Rp 20.000 per liter atau Singapura yang sekitar Rp 30.000 per liter, maka harga Pertalite di Indonesia terlihat rendah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved