Breaking News:

Perkim Catat Rumah Tidak Layak Huni di Lebak Capai 49 Ribu Lebih

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman atau Perkim Lebak mencatat terdapat 49.431 Unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Penulis: Nurandi | Editor: Abdul Rosid
Ilustrasi/Perkim.id
Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman atau Perkim Lebak mencatat terdapat 49.431 Unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Nurandi

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman atau Perkim Lebak mencatat terdapat 49.431 Unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).

Kasi Penyediaan Perumahan Dinas Perkim Lebak, Adang Sutarya, jumlah Rutilahu tersebut tersebar di 28 Kecamatan di Lebak.

Data tersebut tercatat merupakan data terbaru Rutilahu di Lebak dari tahun 2016 hingga 2022.

Baca juga: Disbudpar Lebak Ubah Target Kunjungan Wisatawan Jadi Lebih Besar, akan Gelar Festival Santri

Ada pun rincian Rutilahu di Lebak sebagai berikut, rusak ringan 2157 Unit, rusak sedang 44.984 Unit dan rusak berat 2290 Unit.

"Jadi kami sudah melakukan pendataan, untuk melihat kriteria Rutilahu itu seperti apa dan hasil tersebut merupakan hasil dari pendataan di lapangan," katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Kamis (25/8/2022).

Dilanjutkan Adang, saat ini beberapa rumah yang rusak di Lebak sudah melalui tahap perbaikan.

"Untuk setiap tahun, hanya ratusan rumah yang tidak layak huni di 340 desa dan 5 kelurahan di Lebak yang mendapat bantuan perbaikan," ujarnya.

Perkim Lebak mencatat pada tahun ini, sudah ada 300 rumah tidak layak huni mendapat bantuan perbaikan yang bersumber dari APBD Lebak dan 377 unit rumah yang dapat perbaikan dari bantuan APBN.

Sebelumnya ada alokasi dana untuk bantuan rumah sebesar Rp 50 juta, yang bersumber dari provinsi namun untuk saat ini bantuannya di alokasikan untuk bantuan bencana.

Adang menyampaikan untuk rincian APBD tersebut yakni, nilai bantuannya sebesar Rp15 juta dengan rincian Rp13 juta untuk bahan material dan Rp2 juta untuk menambah biaya upah kerja.

"Dana yang sumbernya dari APBN sebesar Rp20 juta, untuk bahan material Rp17,5 juta dan Rp2,5 juta upah," katanya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved