Breaking News:

Dinilai Tidak Manusiawi, Dinkes Kabupaten Serang Imbau Masyarakat untuk Tidak Pasung ODGJ

Kepala Dinkes Kabupaten Serang Agus Sukmayadi, mengimbau masyarakat jika ditemukan orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ untuk lapor ke Puskesmas.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Rosid
Desi Purnamasari/TribunBanten.com
Kepala Dinkes Kabupaten Serang Agus Sukmayadi, mengimbau masyarakat jika ditemukan orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ untuk lapor ke Puskesmas. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kepala Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Serang Agus Sukmayadi, mengimbau masyarakat jika ditemukan orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ untuk segera lapor ke Puskesmas.

Menurut Agus Sukmayadi, pasung terhadap ODGJ tidak diperbolehkan karena merupakan tindakan yang tidak manusiawi.

Kendati begitu, dijelaskan Agus Sukmayati, Dinkes Kabupaten Serang mencatat sebanyak 2.142 warga Kabupaten Serang mengalami gangguan jiwa berat di 29 Kecamatan hingga Juli 2022.

Baca juga: Kisah Pilu Titin, Warga Lebak Urusi Anaknya yang ODGJ di Rumah Rusak, Makan Andalkan Pemberian Warga

Pada 2019 pihaknya menemukan 32 kasus pasung, 18 kasus pada 2020, 10 kasus pada 2021, dan empat kasus pada 2022.

"Alhamdulillah untuk 2022 sudah lepas pasung, dibebaskan itu berkat kerjasama lintas sektor tentunya," katanya pada rapat koordinasi lintas program dan lintas sektor program kesehatan jiwa masyarakat di Aula Tb Suwandi Pemkab Serang, Kamis (25/8/2022).

Dalam hal ini, Agus juga menduga kasus pasung ODGJ masih banyak yang belum ditemukan. Karena masyarakat masih enggan melapor jika ada anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa.

"Hal tersebut karena dianggapnya aib, hingga pihak keluarga enggan melapor dan lebih memilih untuk mengurungnya," katanya.

Maka pihaknya mengimbau kepada masyarakat jika ditemukan warga yang mengalami gangguan jiwa untuk segera lapor ke Puskesmas untuk ditangani.

"Dengan dilakukan pemasungan justru akan memperburuk kejiwaan, mereka perlu penanganan medis juga terapi sosial," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved