Breaking News:

Kemenkumham Banten

Marak Judi Online, Tim Kemenkumham Banten Periksa Laptop di Lapas Kelas IIA Cilegon, Apa Hasilnya?

Untuk pemberantasan tindak pidana perjudian di wilayah Banten, khususnya Kanwil Kemenkumham Banten

dokumentasi Humas Kemenkumham Banten
Kabid Yantah Kesrehab Lola Basan Baran dan Keamanan Kanwil Kemenkumham Banten, Ahmad Muchlisin, memimpin tim monitoring dan pengawasan di Lapas Kelas IIA Cilegon, Jumat (25/8/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM, CILEGON - Kabid Yantah Kesrehab Lola Basan Baran dan Keamanan Kanwil Kemenkumham Banten, Ahmad Muchlisin, memimpin tim monitoring dan pengawasan di Lapas Kelas IIA Cilegon, Jumat (25/8/2022).

Tim mendatangi Lapas Kelas IIA Cilegon untuk memonitoring dan pengawasan penggunaan peralatan teknologi informasi.

Monitoring dan pengawasan merupakan instruksi kepala Kanwil Kemenkumham Banten Tejo Harwanto melalui Kepala Divisi Pemasyarakatan, Masjuno.

Baca juga: Tim Keimigrasian Kemenkumham Banten Sidak 3 Perusahaan di Lebak, Ada 11 Tenaga Kerja Asing

Monitoring dan pengawasan teknologi informasi di seluruh unit pelaksana tugas sebagai tindak lanjut maraknya kasus perjudian online.

Muchlisin mengatakan monitoring dan pengawasan penggunaan teknologi informasi itu dilakukan kepada seluruh pegawai dan pihak ketiga di wilayah UPT.

"Untuk pemberantasan tindak pidana perjudian di wilayah Banten, khususnya Kanwil Kemenkumham Banten," katanya.

Kedatangan tim di Lapas Kelas IIA Cilegon disambut Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Zulkarnain.

Tim kemudian memeriksa peralatan teknologi informasi yang digunakan, yaitu satu laptop di ruang kerja.

"Dari hasil pemeriksaan dan penelusuran, tidak ada perjudian online di laptop tersebut," ucapnya.

Baca juga: Rida Agung Senang Dapat Paspor Gratis dari Kantor Imigrasi Tangerang dan Kemenkumham Banten

Muchlisin meminta agar lapas dan pihak ketiga harus terus membangun komitmen yang sama dalam pengawasan penggunaan peralatan teknologi informasi.

“Jangan sampai peralatan yang digunakan pegawai lapas dan pihak ketiga, juga dipakai warga binaan," ujarnya.

Hal itu demi menghindari penyalahgunaan dan berdampak buruk bagi institusi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved