Breaking News:

Sejarah 26 Agustus: Gunung Krakatau Meletus pada 1883, 36 Ribu Orang Tewas dan Bumi Gelap

Pada 26 Agustus 1883 atau tepatnya 139 tahun yang lalu, Gunung Krakatau meletus. Gunung Krakatau berada di Selat Sunda, sebelah barat Pulau Sumatera.

Editor: Glery Lazuardi
(Tribunnews/Jeprima)
Ilustrasi erupsi Gunung Krakatau. Pada 26 Agustus 1883 atau tepatnya 139 tahun yang lalu, Gunung Krakatau meletus. Gunung Krakatau berada di Selat Sunda, sebelah barat Pulau Sumatera. 

TRIBUNBANTEN.COM - Pada 26 Agustus 1883 atau tepatnya 139 tahun yang lalu, Gunung Krakatau meletus.

Gunung Krakatau berada di Selat Sunda, sebelah barat Pulau Sumatera.

Letusan Gunung Krakatau membuat dunia menjadi gelap dan menewaskan setidaknya 36 ribu orang tewas.

Seperti dilansir dari History, Gunung Krakatau sebelum meletus pada 26 Agustus 1883 sudah menunjukkan gejolak berupa aktivitas seismik.

Bahkan gempa seismik yang ditimbulkan terasa hingga Australia yang berjarak 3.300 kilometer.

Baca juga: UPDATE Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau: Alami Delapan Kali Erupsi Selama Tiga Hari Terakhir

Pada 19 Mei 1883, Gunung Krakatau mulai memperlihatkan aktivitas vulkanik berupa debu yang membubung tinggi.

Sebuah kapal perang Jerman yang melintasi wilayah Krakatau melaporkan adanya awan dan debu setinggi 7 mil di atas Krakatau.

Dua bulan setelah laporan itu, mulai ada letusan dengan abu mencapai ketinggian diperkirakan 6 km (20.000 kaki) dan ledakannya terdengar di Batavia Baru (Jakarta) yang berjarak 160 km jauhnya.

Namun, aktivitas vulkanik itu justru disambut dengan gembira oleh penduduk setempat karena belum adanya mitigasi kebencanaan.

Letusan di Krakatau berlanjut pada 16 Juni, dengan ledakan keras dan awan hitam tebal menutupi pulau-pulau selama lima hari.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved