Breaking News:

Tambah 137.000 Tentara, Presiden Vladimir Putin Buat Invasi Rusia ke Ukraina Semakin Masif

Presiden Vladimir Putin sudah menyetujui dekrit untuk meningkatkan jumlah tentara yang ditempatkan di Ukraina dari 1,9 juta menjadi 2,04 juta tentara.

Editor: Ahmad Haris
Mikhail Metzel/SPUTNIK/AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia sudah menyetujui dekrit untuk meningkatkan jumlah tentara yang ditempatkan di Ukraina dari 1,9 juta menjadi 2,04 juta tentara, Kamis (26/8/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Perang antara Rusia dan Ukraina nampaknya akan berlangsung lama.

Invasi Rusia ke Ukraina disebut akan semakin masif.

Pasalnya, Presiden Vladimir Putin sudah menyetujui dekrit untuk meningkatkan jumlah tentara, yang ditempatkan di Ukraina dari 1,9 juta menjadi 2,04 juta tentara, Kamis (26/8/2022).

Baca juga: Inggris Kirim Mikro Drone Black Hornet Super Canggih, Ukraina Bisa Intai Rusia Tanpa Terdeteksi

Presiden Rusia itu mengambil keputusan tersebut setelah bulan lalu Direktur Badan Intelijen AS (CIA), William Burns mengatakan ada 15.000 tentara Rusia yang tewas selama menggelar operasi militer di Ukraina.

Khawatir armada perangnya melemah, membuat Putin berambisi untuk meningkatkan personel militernya pada 1 Januari 2023 mendatang demi mempercepat invasi dan merebut ibukota Kyiv.

Dalam dekrit tersebut Putin tidak merinci bagaimana peningkatan jumlah personel akan dilakukan.

Namun menurut informasi yang dikutip dari The Guardian guna mendukung rencana tersebut nantinya pemerintah Rusia akan menggelontorkan anggaran yang sesuai untuk para anggota militer.

“Moskow sejauh ini memilih untuk tidak mengumumkan mobilisasi umum, baru-baru ini mengintensifkan upayanya untuk merekrut tentara baru, melalui apa yang oleh beberapa ahli disebut sebagai mobilisasi rahasia”. jelas Pavel Luzin, ahli militer Rusia.

Kebijakan seperti ini bukanlah kali pertama yang dilakukan Rusia.

Sebelumnya, pada tahun 2017 lalu Putin dilaporkan telah meningkatkan jumlah armada perangnya dengan menambahkan 13.698 personel militer dan 5.357 non-kombatan.

Untuk mendukung perluasan tersebut, sebagian wilayah di seluruh Rusia kini mulai membentuk batalyon sukarelawan untuk menampung tentara baru yang berusia 18 hingga 60 tahun.

Baca juga: UPDATE PERANG: Seakan Lelah, Rusia Lebih Banyak Bertahan, Ukraina Jadi Leluasa Menyerang

Pemerintah Rusia juga akan menerjunkan kelompok tentara bayaran Wagner untuk memperkuat pasukan garis depan Rusia saat Kremlin menghadapi kekurangan pasukan.

Dengan adanya penambahan personel membuat publik berasumsi bahwa Rusia tidak akan mengakhiri invasinya di Ukraina dalam waktu dekat.

Menanggapi rencana Putin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersumpah untuk merebut kembali wilayah timur dan selatan Ukraina yang hilang dan mengesampingkan pembicaraan damai dengan Rusia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Vladimir Putin Tambah 137.000 Tentara, Invasi Rusia ke Ukraina Semakin Masif

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved