Breaking News:

Cerita Pemilik Warteg di Ciruas Serang saat Harga Telur Ayam Naik, Puter Otak Agar Harga Bersahabat

Cerita pemilik warteg di Ciruas Kabupaten Serang yang memutar otak agar harga makanan tak ikut naik.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Rosid
Desi Purnamasari/TribunBanten.com
Muhamad Ali, pemilik warteg di Ciruas, Kabupaten Serang harus memutar otak saat harga telur ayam naik melesat. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Muhamad Ali, pemilik warteg di Ciruas, Kabupaten Serang harus memutar otak saat harga telur ayam naik melesat.

Hal itu ia lakukan agar konsumen yang tiap hari mampir ke wartegnya tidak terkena dampak kenaikan harga telur ayam.

Diceritakan Muhamad, saat harga telur ayam naik menjadi Rp 30-32 per kilogramnya.

Baca juga: Kurang Pasokan dari Distributor Jadi Penyebab Harga Telur Ayam di Kabupaten Serang Naik

Dirinya terpaksa harus memilih telur ayam yang kecil. Hal itu ia lakukan agar tarif makanan yang ia jual tak ikut naik.

"Iya engga kelar-kelar sebelumnya minyak goreng, tempe tahu sekarang telur, makannya kita sebagai penjual makanan harus pintar-pintar," katanya.

Pria yang akrab disapa Ali juga mengaku tidak bisa menaikan harga karena khawtir pelanggannya akan kambur dan berkurang karena harga yang naik.

Sehingga dirinya memilih untuk membeli telur dengan ukuran yang lebih kecil, agar tetap bisa menetapkan harga jual yang sama.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Perdagangan Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Titi Purwitasari mengatakan kenaikan terjadi, lantaran berkurang pasokan dari distributor.

"Telor yang berada di Kabupaten Serang rata-rata didatangkan langsung dari Pasar Induk dari Jakarta dan Tangerang," katanya.

Baca juga: Harga Telur Ayam di Kabupaten Serang Sentuh Harga Rp 30 Ribu per Kilogram

Menurutnya, biasanya harga telur di pasar tradisional berkisar di harga Rp20 ribu sampai Rp26 ribu per kilogram. Namun seminggu ini harganya naik menjadi Rp30-32 ribu per kilogram.

"Jadi dari distributor untuk menembus ke pedagang mengalami kenaikan Rp380 ribu per kerat, persentasenya mencapai 22 persen,” katanya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved