Breaking News:

Subsidi & Kompensasi Energi Rp 502,4 Triliun, Menkeu: Bisa Bangun 226.886 SD dan 41.666 Puskesmas

Nilai subsidi dan kompensasi itu pada dasarnya sudah bertambah dari alokasi semula yang sebesar Rp 152,1 triliun

Istimewa via Tribunnews.com
Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Anggaran subsidi dan kompensasi energi saat ini mencapai Rp 502,4 triliun. Dari anggaran sebesar itu, bisa membangun 226.886 gedung SD dengan asumsi per gedung memakan biaya Rp 2,19 miliar. 

TRIBUNBANTEN.COM - Anggaran subsidi dan kompensasi energi saat ini mencapai Rp 502,4 triliun.

Dari anggaran sebesar itu, bisa membangun 226.886 gedung SD dengan asumsi per gedung memakan biaya Rp 2,19 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan anggaran itu juga cukup untuk membangun 41.666 puskesmas di seluruh pelosok Indonesia.

Baca juga: Kualitas BBM Malaysia Ungguli Pertalite dan Lebih Murah, Pemerintah RI Malah Ingin Cabut Subsidi BBM

Perhitungan ini berdasarkan perkiraan biaya pembangunan sebesar Rp 12 miliar per unit.

Selain itu, anggaran sebesar itu juga bisa untuk membangun 3.333 rumah sakit skala menengah dengan perkiraan biaya Rp 150 miliar per unit.

"Dengan dana Rp 502 triliun, kita bisa bikin ruas tol sepanjang 3.500 kilometer," katanya dalam konferensi pers di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jumat (26/8/2022).

Ruas tol itu dengan perkiraan memakan biaya Rp 142,8 miliar per kilometer.

Menurut Sri Mulyani, nilai subsidi tersebut merupakan angka yang sangat besar.

Ia menekankan, angka-angka itu dimaksudkan untuk memberi gambaran terhadap upaya pemerintah menjaga harga jual energi di masyarakat agar tidak naik seiring melonjaknya harga komoditas dunia.

Nilai subsidi dan kompensasi itu pada dasarnya sudah bertambah dari alokasi semula yang sebesar Rp 152,1 triliun.

Baca juga: Menkeu Sebut BBM Subsidi Dinikmati Orang Kaya, Bakal Jadi Alasan Pertalite dan Solar Dinaikan?

Namun, anggaran itu berpotensi naik kembali jika tidak ada kebijakan pengendalian oleh pemerintah.

Berdasarkan penghitungan terkini, anggaran subsidi dan kompensasi energi berpotensi naik sebesar Rp 195,6 triliun atau menjadi sekitar Rp 698 triliun.

Potensi kenaikan itu karena konsumsi pertalite dan solar melebihi kuota seiring naiknya harga minyak mentah serta melemahnya kurs rupiah.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Anggaran Subsidi Energi Rp 502,4 Triliun, Bisa Buat Bangun 3.333 Rumah Sakit atau 3.500 Km Tol

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved