Breaking News:

Hemat Biaya hingga 50 Persen, 3.000 UMKM Memanfaatkan Limbah Batu Bara PLTU

Nilai tambah FABA bagi kebutuhan rakyat dilakukan bergotong royong melalui sinergi BUMN, pemda, TNI, Polri, dan masyarakat.

dokumentasi PLN
Pengelolaan limbah pembakaran batu bara atau fly ash and bottom ash (FABA) menjadi barang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat. Saat ini FABA pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN telah digunakan untuk membangun 18,8 kilometer jalan dan dua jembatan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Saat ini limbah abu pembakaran batu bara atau fly ash dan bottom ash (FABA) pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN telah digunakan untuk membangun 18,8 kilometer jalan dan dua jembatan.

Bahkan, tercatat 3.000 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memanfaatkan FABA untuk berbagai keperluan.

Pemanfaatan FABA bisa menekan biaya hingga 50 persen dibandingkan menggunakan material konvensional.

Baca juga: Digitalisasi Pembangkit PLN Tingkatkan Efisiensi dan Layanan Ketenagalistrikan

Penanganan FABA menjadi perhatian bersama pemerintah dan PLN untuk mencapai target Carbone Neutral 2060.

Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PLN Yusuf Didi Setiarto mengatakan FABA yang bukan merupakan limbah bahan berbahaya beracun (B3) telah menjadi sumber daya ekonomi sirkuler untuk dioptimalkan bagi kemaslahatan bersama.

Nilai tambah FABA bagi kebutuhan rakyat dilakukan bergotong royong melalui sinergi BUMN, pemda, TNI, Polri, dan masyarakat.

"Membangun jalan, rumah, sarana prasarana serta mendorong energi hijau untuk hidup yang lebih baik,” ujarnya.

Hal itu dikatakan Yusuf pada pembukaan FGD Pemanfaatan FABA dalam Mewujudkan Ekonomi Sirkuler dan Green Economy Berbasis Keterlibatan Masyarakat.

FGD ini digelar PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dan PT Energy Management Indonesia (EMI) di Sleman, Yogyakarta, anak usaha PLN.

Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sarwono Kusumaatmaja mengapresiasi langkah PLN Group yang melibatkan masyarakat dalam mengoptimalkan penggunaan FABA untuk beragam kebutuhan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved