Breaking News:

Kepala Daerah Bisa Pecat ASN, BKD Provinsi Banten Beri Syarat yang Harus Dipenuhi

Kepala Badan Kepegawaian Daerah atau BKD Provinsi Banten, Nana Supiana mengatakn bahwa kepala daerah bisa memecat Aparatur Sipil Negara (ASN).

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Abdul Rosid
Ahmad Tajudin/TribunBanten.com
Kepala BKD Provinsi Banten, Nana Supiana mengatakn bahwa kepala daerah bisa memecat Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Kepala Badan Kepegawaian Daerah atau BKD Provinsi Banten, Nana Supiana mengatakn bahwa kepala daerah bisa memecat Aparatur Sipil Negara (ASN).

Nana Supiana mengungkapkan, pemecatan ASN bisa dilakukan lantaran kepala daerah merupakan Pembina Kepegawaian (PPK).

"Kepala daerah itu sebagai PPK. Dengan segala kewenangan dan aturan mainnya, bisa saja (memecat ASN,-red)," ujarnya kepada TribunBanten.com saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, Senin (29/8/2022).

Baca juga: ASN Pemkot Cilegon Diperbolehkan Terima Gratifikasi di Bawah Rp 1 Juta, Jika Lebih Wajib Lapor

Namun, pemecatan ASN itu harus berdasar dan tidak menyalahi aturan.

Misalnya ada ASN yang tidak masuk kerja selama 30 hari, kata Nana, itu bisa saja diberhentikan.

"Ketika dia melanggar aturan kedisiplinan tidak masuk 30 hari bisa diberhentiin," ungkapnya.

Ia pun mencontohkan pemecatan ASN yang dilakukan Gubernur Banten, Wahidin Banten.

Ia menyebutkan, pada masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022.

Gubernur Banten memecat sebanyak empat pejabat Dinkes Provinsi Banten dari statusnya sebagai ASN.

Pemecatan itu dilakukan lantaran keempat orang itu dinilai telah melakukan pelanggaran.

Keempat ASN itu diduga sebagai provokasi atas aksi yang dilakukan oleh puluhan pejabat Dinkes Provinsi Banten.

Diketahui paska adanya penetapan tersangka, kasus dugaan korupsi pengadaan masker di lingkungan Dinkes Provinsi Banten.

Sebanyak 20 pejabat serentak mengajukan pengunduran diri dari jabatannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved