Breaking News:

15 Tahun Jualan, Lapak Dagangan Sumiyati Dibongkar Satpol PP Serang, Air Matanya Bercucuran!

Salah seorang pedangang tak kuasan menahan tangis saat melihat lapaknya dibongkar menggunakan alat berat, pada Selasa (30/8/2022).

Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Sumiyati, salah seorang pedagang di Pasar Cimol Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang menangis lapaknya dibongkar. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sumiyati, salah seorang pedangang di Pasar Cimol tak kuasa menahan tangis, saat melihat lapaknya dibongkar menggunakan alat berat, pada Selasa (30/8/2022).

Diketahui, sebanyak 183 personil gabungan Satpol PP-Polri diturunkan untuk membongkar habis bangunan semi permanen Pasar Cimol, di Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.

Pembongkaran dilakukan, karena keberadaan pasar tersebut melanggar ketentuan.

Baca juga: Pembongkaran Pasar Cimol Cikande, Satpol PP Kabupaten Serang Kerahkan Ratusan Personel Gabungan

Di ataranya membangun bangunan di atas saluran air, sehingga menjorok ke jalan dan menyebabkan kemacetan yang dikeluhkan masyarakat.

Dengan menggunakan alat berat, satu persatu bangunan Pasar Cimol dibongkar.

Para pedangang hanya terlihat pasrah, memadangi lapaknya dibongkar.

Salah satunya adalah Sumyati.

Pedangang sayuran tersebut mengaku sedih, dan teringat keluarga saat lapaknya harus dihancurkan dengan alat berat.

"Sedih, inget keluarga saya. Kalau lapaknya dibongkar gini, mau jualan di mana buat memenuhi kebutuhan hidup?," katanya kepada TribunBanten.com di lokasi.

Perempuan berkerudung ini mengaku telah berjualan selama 15 tahun, dengan meninggalkan kedua anaknya di daerah Jawa.

Setiap minggunya, dirinya harus mengirimkan ke Jawa untuk kedua anaknya, yang masih duduk dibangku SMP dan SMA.

"Di sini jualan berdua sama suami, jualan sayuran, sedih saya liat lapak saya dan teman-teman hancur mau ngelawan gimana, kita engga bisa berbuat apa-apa," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Sumyati mengakui, meski telah ada relokasi tempat, namun dirinya tidak mau jika harus direlokasi ke dalam pasar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved