Breaking News:

Potret Tumpukan Uang Rp 5,1 Triliun dalam Kasus Korupsi Surya Darmadi yang Disita Kejagung RI

Kejagung memperlihatkan langsung tumpukan uang lebih dari Rp 5,1 triliun selama penyidikan kasus korupsi penyerobotan lahan sawit PT Duta Palma Group.

Editor: Ahmad Haris
Grafis Tribunnews
Kejagung memperlihatkan langsung tumpukan uang lebih dari Rp 5,1 triliun selama penyidikan kasus korupsi penyerobotan lahan sawit PT Duta Palma Group. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sejumlah uang bernilai fantastis, hingga triliunan Rupiah dalam penyidikan kasus korupsi Bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi, berhasil disita Kejaksaan Agung ( Kejagung) RI. 

Kejagung RI melalui Jampidsus memperlihatkan langsung tumpukan uang tunai lebih dari Rp 5,1 triliun, selama penyidikan kasus korupsi penyerobotan lahan sawit milik PT Duta Palma Group tersebut.

Mengutip Tribunnews.com, uang tersebut merupakan barang bukti kejahatan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang diduga merugikan negara hingga Rp 78 Triliun.

Baca juga: Rugikan Duit Negara Rp 65 Miliar, Kejati Sita Aset Tersangka Korupsi Penyimpangan Kredit Bank Banten

Barang bukti yang ditunjukan itu adalah uang senilai Rp 5.123.189.064.978.

Selain itu terdapat uang dalam mata uang asing sebesar 11.400.813,57 dollar Amerika Serikat dan 646,04 dollar Singapura.

“Hari ini ada penyerahan secara simbolis penitipan sitaan dari Jampidsus kepada perwakilan bank Mandiri. Uang sebanyak 5,1 triliun bukan hanya dititipkan kepada bank Mandiri tapi ada di beberapa bank lain,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana dalam konferensi pers, di Gedung Kejagung RI, Selasa (30/8/2022).

Dalam penyitaan aset berupa uang ini, Kejagung juga melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mendalami total kerugian perekonomian dari kasus ini.

Uang itu diserahkan ke sejumlah Bank BUMN dan diserahterimakan secara simbolik ke Bank Mandiri.

Setibanya di Indonesia pada Senin (15/8/2022) lalu, Surya Darmadi langsung diperiksa dan dilakukan penahanan selama 20 hari oleh Kejaksaan Agung.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus yang menjerat Surya.

Surya Darmadi diketahui juga menjadi buronan KPK sejak 2019 lalu.

“Kita kerja sama dengan KPK karena ada perkara juga yang ditangani oleh KPK,” ujar Burhanuddin dalam konferensi pers, Senin (15/8/2022).

Burhanuddin menjelaskan, Surya tiba di Indonesia menggunakan pesawat China Airlines dengan kode penerbangan C1761 di Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: KPK Temukan Uang Tunai Rp 2,5 Miliar di Rumah Rektor Unila, Ada Pecahan Rupiah, Dollar hingga Euro

Baca juga: Harta Naik Rp 35 M dalam Tiga Tahun Jadi Sorotan BEM, Rektor UI Singgung Penghasilan Istri: Peniliti

Bos perusahaan sawit itu datang ke Indonesia dari Taiwan untuk menyerahkan diri setelah beberapa kali tak memenuhi panggilan kejaksaan.

Atas perbuatannya, Surya Darmadi dijerat Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ia juga dijerat Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penampakan Tumpukan Uang Rp 5,1 Triliun yang Disita Kejagung dari Surya Darmadi

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved