Breaking News:

Militer Ukraina Makin Kekar! Dihujani Musuh 220 Rudal, 159 Pasukan Putin Tewas & Alutsista Hancur

Militer Ukraina pun semakin memperkuat perlawanan untuk mengusir para penjajah Rusia.

Editor: Ahmad Haris
Grafis Tribunnews
Wilayah selatan Ukraina saat ini menjadi titik yang paling diincar pasukan Rusia. Militer Ukraina pun semakin memperkuat perlawanan untuk mengusir para penjajah. 

TRIBUNBANTEN.COM - Militer Ukraina pun semakin memperkuat perlawanan untuk mengusir para penjajah Rusia.

Wilayah selatan Ukraina saat ini menjadi titik kumpul pasukan Putin.

Berdasarkan laporan terbaru, pasukan Ukraina berhasil menyerang musuh hingga menewaskan ratusan tentara.

Baca juga: Antisipasi Ancaman dari China dan Rusia, Jepang Kembangkan Rudal Jarak Jauh

Hal itu disampaikan juru bicara Komando Operasi Ukraina Selatan (OCS), Vladyslav Nazarov, Selasa (30/8).

Nazarov berujar, pasukannya menembakkan sebanyak 220 rudal ke arah musuh di Ukraina selatan.

Serangan itu mengakibatkan 159 tentara Rusia tewas dan 60 unit peralatan militer Rusia hancur.

Peralatan Rusia yang hancur meliputi lima tank T-72, tiga Howitzer, lima sistem rudal anti-tank, sistem rudal S-300, dan lain-lain.

Nazarov melaporkan situasi di Ukraina selatan masih belum kondusif, namun setidaknya kini telah dikendalikan oleh militernya.

Ia kemudian memperingatkan bahwa ancaman serangan rudal dari armada Rusia yang ditempatkan di Laut Hitam masih sangat mungkin terjadi.

Nazarov berujar serangan rudal Rusia di distrik Bashtansky di Mykolaiv tidak menimbulkan korban.

Sementara itu, serangan artileri di distrik Nikopol di Dnipropetrovsk telah menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan melukai satu orang.

Baca juga: UPDATE PERANG: Seakan Lelah, Rusia Lebih Banyak Bertahan, Ukraina Jadi Leluasa Menyerang

Dikutip dari Newsweek, pertempuran di Ukraina selatan ini bertujuan untuk merebut kembali Kherson dari Rusia.

Kota tersebut telah berada di bawah kendali Rusia sejak invasi dimulai pada 24 Februari lalu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mendesak agar pasukan Rusia segera meninggalkan kota itu.

SUMBER: Tribunnews

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved