Breaking News:

108 Bayi dan Balita di Kecamatan Purwakarta Kota Cilegon Alami Stunting

Sebanyak 108 anak usia 2-59 bulan di Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, mengalami stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat dari kekurangan gizi.

Penulis: Sopian Sauri | Editor: Abdul Rosid
Ilustarsi/RSUD Mangusada
108 anak usia 2-59 bulan di Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, mengalami stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat dari kekurangan gizi dan vitamin. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Sopian Sauri

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA CILEGON - Sebanyak 108 anak usia 2-59 bulan di Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, mengalami stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat dari kekurangan gizi dan vitamin.

Camat Purwakarta Ikhlasin Nufus mengatakan, bayi atau balita yang alami stunting di wilayahnya lantaran kekurangan asupan gizi yang cukup.

Hal tersebut, kata Ikhlasin Nufus, dipengaruhi oleh faktor ekonomi masyarakat yang tidak mencukupi.

Baca juga: Banten Masuk Daftar 12 Provinsi dengan Tingkat Stunting Paling Tinggi di Indonesia

Karena faktor itu, banyaknya warga yang belum bisa mencukupi kebutuhan nutrisi saat janin berada di dalam kandungan.

"Balita di Kecamatan Purwakarta banyak yang terkena stunting, bahkan dimulai dari masa janin kurang nutrisi dan kurang vitamin karena faktor ekonomi," kata Ikhlasin, Rabu (31/8/2022).

Untuk mengentasi masalah tersebut, Ikhlasin Nufus meminta seluruh lurah di Kecamatan Purwakarta untuk segera mengumpulkan data balita terkena stunting.

langkah tersebut dilakukan untuk kepentingan advokasi dan pendampingan pemberian gizi terhadap anak.

"Pertama yang dilakukan adalah imunisasi dari kesehatan terkait dengan stunting ini, nanti kalau udah siap nanti orang tua asuh dilakukan pendampingan saat kontrol gizi," jelasnya.

Selain itu, kata Ikhlasin, pihaknya akan menggandeng Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan berbagai elemen lain dalam rangka mengentaskan persoalan stunting ini.

Selain itu, setiap kader akan dikerahkan untuk memantau gizi anak-anak penderita stunting.

"Kontrol gizi terhadap anak tetap dilakukan oleh kader, dan pegumpulan data," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved