Breaking News:

Pengidap HIV/AIDS di Bandung Barat Didominasi Kelompok Lelaki Suka Lelaki

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat, mencatat kasus kasus HIV/AIDS dari tahun 2011 hingga 2022 didominasi kelompok lelaki suka lelaki

Editor: Abdul Rosid
ilustrasi/RSU Andhika
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat, mencatat kasus kasus HIV/AIDS dari tahun 2011 hingga 2022 didominasi oleh kelompok lelaki suka lelaki. 

TRIBUNBANTEN.COM - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat, mencatat kasus kasus HIV/AIDS dari tahun 2011 hingga 2022 didominasi oleh kelompok lelaki suka lelaki.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bandung Barat, Nurul Rasyihan mengatakan, sebanyak 550 warga Bandung Barat mengidap HIV/AIDS.

Jumlah tersebut merupakan amulukasi dari tahun 2011 hingga 2022. Namun, data akumulasi tersebut setiap tahunnya fluktuatif.

Baca juga: Miris! 12 Murid SD di Cianjur Jawa Barat Tertular HIV/AIDS, Ini Penyebabnya

"Total dari tahun 2011 sampai sekarang ada 550 yang terdata di kita. Memang ini masih gunung es karena dari pemerintah fokus kepada kelompok beresiko," ujarnya, Kamis (1/9/2022).

Pada tahun 2011 kasus HIV/AIDS mencapai 15 orang, 6 orang tahun 2012, 32 orang tahun 2013, 66 orang tahun 2014, 67 orang tahun 2015, 50 orang tahun 2016, 44 orang tahun 2017, 56 orang tahun 2018 dan 56 orang tahun 2019.

Kemudian pada tahun 2020 kasusnya bertambah lagi sebanyak 73 orang, 39 orang tahun 2021, dan tahun 2022 kasus bertambah 46 orang hanya dalam satu semester.

"Dari data itu memang yang paling tinggi disebabkan oleh kasus Lelaki Seks Lelaki (LSL)," kata Nurul.

Untuk menekan penambahan kasus tersebut, pihaknya melakukan pengawasan terhadap populasi kunci, seperti kelompok yang berperilaku sering bergonta-ganti pasangan dan bertukar jarum suntik.

Kemudian dilakukan juga terhadap wanita pekerja seks (WPS), waria, lelaki seks dengan lelaki (LSL), dan pengguna napza suntik (penasun).

"Dari pemeriksaannya dilakukan ke lokus-lokus atau kelompok yang berisiko itu. Dari hasil pemeriksaan paling banyak akibat LSL yang jumlahnya ada 25 kasus pada tahun ini," ucapnya.

Baca juga: Tolak Pendapat Wagub Jabar soal Poligami Jadi Solusi HIV/ AIDS, Ridwan Kamil Tegas: Ada Programnya

Melihat banyaknya kasus HIV/AIDS, pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan dengan cara skrining supaya untuk menemukan kasus.

"Tapi skrining dan penemuan kasus itu yang jadi PR juga buat kita, karena mereka masih tertutup," ucap Nurul.

 

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul 550 Warga Bandung Barat Mengidap HIV/AIDS, Terbanyak di Kelompok Lelaki Suka Lelaki

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved