Breaking News:

3 Warga Kabupaten Serang Tewas Usai Terpapar HIV/AIDS, Gegara Sering Gonta-ganti Pasangan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mencatat tiga orang meninggal dunia karena HIV/AIDS selama tahun 2022.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
ilustrasi jasad. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mencatat tiga orang meninggal dunia karena HIV/AIDS selama tahun 2022. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mencatat tiga orang meninggal dunia karena HIV/AIDS selama tahun 2022.

Sampai saat ini, Dinkes Kabupaten Serang mengungkapkan kasus HIV/AIDS di wilayah itu mencapai 146 per Juli 2022.

"Ada beberapa penyebab sehingga terjadi kasus HIV/AIDS," kata Kepala Dinkes Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi saat dihubungi, Jumat (2/9/2022).

Baca juga: Pengidap HIV/AIDS di Bandung Barat Didominasi Kelompok Lelaki Suka Lelaki

Menurut dia, penyebab kasus HIV?AIDS itu karena perilaku seks menyimpang baik perilaku berganti pasangan dan seks antar lelaki. Adapula yang tertular oleh jarum suntik.

"Penularan HIV/AIDS tertinggi itu dari seringnya berganti pasangan serta homoseksual (gay),” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berupaya menekan tingginya angka penderita HIV/AIDS. Salah satunya dengan cara memperluas pemeriksaan bekerjasama dengan KPA, ke tempat-tempat tertentu.

Serta melakukan sosialisasi baik dari tingkat kecamatan hingga ke tingkat puskesmas di Kabupaten Serang.

“Bagi masyarakat yang sudah terinfeksi HIV/AIDS berhak mendapatkan layanan secara komprehensif bebas stigma dan diskriminasi. Layanan tersebut tidak hanya kesehatan,” katanya.

Oleh karena itu, masyarakat yang diduga memiliki risiko terjangkit HIV/AIDS diminta segera memeriksa kesehetan di puskesmas.

Jika dia ibu rumah tangga atau usia produktif agar memeriksakan lebih lanjut dan menetapkan hidup bersih dan sehat.

Baca juga: Miris! 12 Murid SD di Cianjur Jawa Barat Tertular HIV/AIDS, Ini Penyebabnya

“Memang harus diberikan pemahaman, pengobatannya ditangani oleh Dinkes dan beberapa lembaga sosial ke masyarakat lain," katanya.

Ia juga berpesan agar masyarakat tidak mendiskriminasi pasien HIV/AIDS. Pasien HIV harus terbebas dari stigma dan diskriminasi.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved