Breaking News:

Kasus Manipulasi Pajak, 4 Eks Pegawai Samsat Kelapa Dua Didakwa Korupsi Rp 10,8 M

Empat mantan pegawai UPT PPD Samsat Kelapa Dua Kabupaten Tangerang didakwa korupsi Rp 10,8 M dalam kasus pembajakan pajak di Samsat Kelapa Dua.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
TRIBUNBANTEN/AHMADTAJUDIN
Empat mantan pegawai UPT PPD Samsat Kelapa Dua Kabupaten Tangerang didakwa korupsi Rp 10,8 M dalam kasus pembajakan pajak di Samsat Kelapa Dua. 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - Empat mantan pegawai UPT PPD Samsat Kelapa Dua Kabupaten Tangerang didakwa korupsi Rp 10,8 M dalam kasus pembajakan pajak di Samsat Kelapa Dua.

Mereka yaitu Zulfikar sebagai Kepala Seksi Penetapan, Penerimaann dan Penagihan UPT PPD Samsat Kelapa Dua Kabupaten Tangerang.

Kemudian Achmad Pridasya sebagai Pengadministrasian Penerimaan Badan Pendapatan Daerah UPTD PPD Samsat Kelapa Dua Kabupaten Tangerang.

Selanjutnya Mokhamad Bagza Ilham dan Budiono sebagai Staf Honorer di UPT PPD Samsat Kelapa Dua Kabupaten Tangerang.

Dalam sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Serang, Kamis (1/8/2022).

Baca juga: Kasus Penyimpangan Kredit, 4 Pegawai BUMD Kota Cilegon Didakwa Korupsi Rp 14 M

Pembacaan isi dakwaan dilakukan oleh JPU Kejati Banten, Subardi dengan dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Slamet Widodo.

Dalam surat dakwaannya, keempat terdakwa dinilai telah melakukan perbuatan melawan hukum berupa manipulasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) pada sistem dan aplikasi pada UPT Samsat Kelapa Dua.

Terhadap transaksi wajib pajak yang telah membayar lunas PKB dan BBNKB serta menerima surat ketetapan pajak daerah (SKPD) dengan mengubah database pada sistem aplikasi sebelum penutupan kas harian.

Para terdakwa juga telah menyetorkan ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Provinsi Banten tidak sesuai dengan ketentuan dan mengambil selisih lebih yang kurang/tidak disetorkan, sehingga merugikan keuangan daerah.

Lebih rinci, JPU menyampaikan bahwa keempat terdakwa secara bersama-sama telah melakukan manipulasi terhadap 129 Wajib Pajak.

Wajib Pajak yang melakukan daftar ulang sekaligus ganti nomor polisi, dengan membayar PKB dan denda PKB.

Kemudian berubah menjadi Daftar Ganti Hilang/Duplikat dengan tidak membayar PKB dan denda PKB.

"Manipulasi tersebut membuat setoran 129 Wajib Pajak menjadi nol. Sehingga terjadi kerugian keuangan daerah sebesar Rp 628.623.900,” ujarnya dihadapan majelis hakim dan disaksikan oleh terdakwa melalui daring, Kamis (1/9/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved