Breaking News:

Harga BBM Naik

58,7 Persen Responsen tak Setuju Harga BBM Naik Meski Berpotensi Menambah Beban Utang

58,7 persen responden itu berpendapat meski harga bahan bakar dunia saat ini mengalami kenaikan

Kolase TribunBanten.com/Tribunnews
Antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM di SPBU tampak membeludak di setiap SPBU di sejumlah daerah di Banten, usai Presiden Jokowi umumkan harga BBM naik. Sebanyak 58,7 persen responden tidak setuju harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan meskipun berpotensi menambah beban utang pemerintah. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak 58,7 persen responden tidak setuju harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan meskipun berpotensi menambah beban utang pemerintah.

Hal itu berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Survei dilakukan pada 13-21 Agustus 2022 terhadap 1.220 responden menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Baca juga: SPBU Vivo Jual BBM Jenis Revvo 89 Rp 8.900 per Liter, Apa Bedanya dengan Pertalite?

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan 58,7 persen responden itu berpendapat meski harga bahan bakar dunia saat ini mengalami kenaikan, pemerintah harus berupaya agar di Indonesia tidak dinaikkan.

"Saya kira, nanti kita lihat apakah keputusan pemerintah menaikkan harga BBM, terutama pertalite dan solar nanti punya efek negatif terhadap kepuasan kinerja presiden," kata Djayadi dalam rilis survei, Minggu (4/9/2022).

Menurut dia, hal itu baru bisa dilihat dalam beberapa waktu ke depan.

Dari hasil survei, ada 26,5 persen responden yang menilai bahwa dengan harga bahan bakar dunia saat ini yang mengalami peningkatan, untuk mengurangi beban APBN sebaiknya harga bahan bakar juga dinaikkan.

Di sisi lain, ada sebanyak 14,8 persen responden yang tidak menjawab atau tidak tahu terkait hal ini.

Pemerintah menaikkan harga tiga jenis BBM, Sabtu (3/9/2022), yaitu pertalite menjadi Rp 10.000 per liter, solar bersubsidi jadi RP 6.800 per liter, dan pertamax jadi Rp 14.500 per liter.

Baca juga: Cara Dapat BLT BBM 2022, Link untuk Penerima Bantuan Rp 600 Ribu: Buka Aplikasi Cek Bansos Kemensos

Dengan kenaikan ini, sebagian subsidi BBM bakal dialihkan untuk tiga jenis bantuan sosial (bansos).

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Survei LSI: 58,7 Persen Responden Tak Setuju Kenaikan Harga BBM"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved