Breaking News:

Daftar Harga Tiket Bus Antar Kota Terbaru Imbas Kenaikan BBM Subsidi, Naik Rp40 Ribu - Rp100 Ribu

Daftar tarif tiket bus PO Agramas, Cahaya Trans, PO Palala, Kym Trans, 27Trans Java imbas kenaikan harga BBM terbaru bulan September tahun 2022.

Editor: Vega Dhini
Tribunnews.com
Ilustrasi SPBU. Berikut daftar tarif tiket bus terbaru 2022. 

TRIBUNBANTEN.COM - Imbas kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) subsidi jenis pertalite dan solar, tarif angkutan umum ikut naik.

Naiknya harga BBM subsidi jenis pertalite dan solar memberikan berbagai dampak langsung kepada masyarakat, termasuk tarif angkutan umum.

Setelah Presiden Joko Widodo menaikkan harga BBM subsidi pada Sabtu (3/9/2022) lalu, tarif angkutan umum pun langsung mengalami kenaikan.

Antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM di SPBU tampak membeludak di setiap SPBU di sejumlah daerah di Banten, usai Presiden Jokowi umumkan harga BBM naik.
Antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM di SPBU tampak membeludak di setiap SPBU di sejumlah daerah di Banten, usai Presiden Jokowi umumkan harga BBM naik. (Kolase TribunBanten.com/Tribunnews)

Baca juga: Harga BBM Naik, PO Bus Pariwisata di Banten Bakal Sesuaikan Tarif

Baca juga: SPBU Vivo Jual BBM Jenis Revvo 89 Rp 8.900 per Liter, Apa Bedanya dengan Pertalite?

Sektor ini memang sangat tergantung kepada BBM bersubsidi dalam melaksanakan usahanya, sehingga langsung terimbas kenaikan harga.

Ketua DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kurnia Lesani Adnan mengatakan, selain penyedia jasa, pengguna angkutan umum pun akan terdampak kenaikan harga BBM bersubsidi.

Pasalnya, tarif perjalanan pun akan mengalami penyesuaian seiring kenaikan harga BBM tersebut.

“Kami pasti harus melakukan penyesuaian tarif mengingat BBM itu salah satu komponen terbesar dari biaya operasional bus,” kata Sani, sapaan akrabnya kepada Tribunnews.com, Sabtu (3/9/2022).

Ketua PB Ipomi ini menambahkan, sebelum kenaikan harga BBM, para perusahaan angkutan umum telah menghadapi sejumlah kesulitan, yakni mahalnya harga onderdil kendaraan hingga kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai atau PPn.

“Hal lain yang harus di ketahui juga adalah selama 5 bulan terakhir ini sudah terjadi inflasi terhadap harga sparepart, ditambah dengan kenaikan PPn,” ujarnya.

“Ini setelah harga BBM naik pasti akan terjadi kenaikan harga lagi terhadap barang atau komponen penunjang operasional kami kedepannya nanti,” katanya.

Tak hanya itu, komponen penting lainnya pun juga sulit ditemukan seperti ban berjenis tubeless radial, karena masih merupakan produk impor.

“Ini salah satu hal yg membuat biaya operasional kami naik. Karena yang dulunya kami bisa beli ban dengan memfoscast beberapa bulan kedepan,” ucap Sani.

“Tapi saat ini kalau kami tidak beli saat barang ada resiko bila ke depannya impor macet sehingga kami harus merusak cashflow berjalan,” sambungnya.

Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar pada Sabtu (3/9/2022) siang.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved