Breaking News:

Soroti Harga BBM Naik, Ketua MUI Cholil Nafis: Jangan Berjanji, Masyarakat Menanggung Beban

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Cholil Nafis ikut menanggapi kenaikan harga BBM atau Bahan Bakar Minyak yang diumumkan sejak akhir pekan

Editor: Glery Lazuardi
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Ilustrasi SPBU. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Cholil Nafis ikut menanggapi kenaikan harga BBM atau Bahan Bakar Minyak yang diumumkan sejak akhir pekan 

TRIBUNBANTEN.COM - Pemerintah telah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi, meliputi Pertamax, Pertalite dan Solar pada Sabtu (3/9/2022) lalu.

Harga Pertalite naik menjadi Rp10.000/liter dari harga sebelumnya dari Rp7.650. Harga solar subsidi naik dari Rp5.150 menjadi Rp 6.800/liter. Adapun harga Pertamax Rp14.500/liter dari semula Rp12.500.

Baca juga: 58,7 Persen Responsen tak Setuju Harga BBM Naik Meski Berpotensi Menambah Beban Utang

Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Pusat, Cholil Nafis ikut menanggapi kenaikan harga BBM atau Bahan Bakar Minyak yang diumumkan sejak akhir pekan lalu.

"Intinya BBM naik, meskipun bukan di tanggal 1 September 2022. Pikirkan matang-matang agar tidak berjanji jika sekiranya tak bisa menepatinya," kata Cholil via Twitter, Minggu (4/9/2022)

"Masyarakat menanggung beban, hanya doa, sabar dan upaya keras untuk meringankannya," ucap sosok yang juga dosen di UIN Syarif Hidayatullah dan Universitas Indonesia itu.

Tulisan ini sudah tayang di Kompas.tv berjudul Harga BBM Naik, Ketua MUI: Jangan Berjanji jika Tak Bisa Menepati, Masyarakat Menanggung Beban

 

Fuel Prices Rise, MUI Chair: Don't Promise If You Can't Keep It, People Bear the Burden

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved