Breaking News:

Soroti Outfit Mewah yang Dipakai Jenderal Polri, Pengamat Sebut Hedonisme Polisi Sudah Jadi Kultur

Pengamat Polisi Bambang Rukminto mencurigai, jika sederet barang mewah yang dipakai salah seorang jenderal polisi bintang 1, berasal dari gratifikasi.

Editor: Ahmad Haris
(TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian (tengah, memakai batik) didampingi Ketua Tim Gabungan Khusus Polri yang juga Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto dan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto memberikan keterangan saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/8/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Pengamat Ke polisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto mencurigai, jika sederet barang mewah yang dipakai salah seorang jenderal polisi bintang 1, berasal dari gratifikasi.

Hal ini terjadi, jika pembelian barang-barang mewah tersebut bukan dari penghasilan resmi.

"Membeli barang logikanya tentu disesuaikan dengan pendapatan."

Baca juga: SOSOK Brigjen Andi Rian yang Disorot Pakai Outfit Mewah, Belum Lapor LHKPN, Ternyata Segini Gajinya

"Apakah pendapatan seseorang aparat polisi itu hanya berasal dari gaji dan tunjangan saja atau dari yang lain?"

"Tentu tak bisa dijadikan justifikasi bahwa mereka pasti melakukan pelanggaran."

"Karena bisa jadi mempunyai pendapatan sah lain di luar penghasilan resmi sebagai aparat, misalnya dari warisan atau bisnis keluarga," kata Bambang, dikutip dari Tribunnews.com, Senin (5/9/2022).

Bambang menilai gaya hedonisme para anggota polisi sudah menjadi sebuah kultur.

Bahkan, Bambang mengungkapkan surat edaran pada era Irjen Idham Azis saat menjabat sebagai Kapolri soal polisi dilarang bermewah-mewah tak lebih dari sebuah aturan di atas kertas dan pencitraan saja.

"Sebaliknya banyak juga anggota polisi yang 'seolah-olah' menggunakan barang-barang sederhana tetapi memiliki aset rumah mewah di mana-mana."

"Pertanyaannya juga masih sama, dari mana uang untuk membeli properti mewah itu?" ungkapnya.

Bambang mendorong agar seluruh anggota Polri untuk melaporkan harta kekayaannya sebelum mendapat promosi jabatan.

"Makanya yang lebih penting daripada edaran larangan bergaya hidup mewah dan lebih substansial adalah kewajiban LHKPN bagi personel yang menjalani assesment sebelum mendapat promosi jabatan tertentu," jelasnya.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi saat mengenakan kemeja mewah dari Burberry.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi saat mengenakan kemeja mewah dari Burberry. (Kolase Tribunnews.com/ISTIMEWA)

Anggota DPR RI tak mempermasalahkan

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman juga ikut buka suara soal outfit Brigjen Andi Rian Djajadi yang menuai sorotan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved