Breaking News:

Bobol 1,3 Miliar Nomor HP dan NIK Indonesia, Hacker Kirim Pesan ke Pemerintah: Jangan Bodoh!

Kini, Bjorka, anggota forum online Breached Forums mengirimkan pesan kepada pemerintah Indonesia. Setelah membobol 1,3 miliar nomor HP dan KTP

Editor: Glery Lazuardi
CSO
Ilustrasi hacker. Kini, Bjorka, anggota forum online Breached Forums mengirimkan pesan kepada pemerintah Indonesia. Setelah membobol 1,3 miliar nomor HP dan KTP 

TRIBUNBANTEN.COM - Setelah berhasil membobol 1,3 miliar nomor HP dan nomor KTP diduga milik warga negara Indonesia (WNI).

Kini, Bjorka, anggota forum online Breached Forums mengirimkan pesan kepada pemerintah Indonesia

My Message to Indonesian Goverment: Stop being an idiot" (pesan saya untuk pemerintah Indonesia: jangan bodoh).

Pesan balasan itu dimuat di utas (thred) Breached Forums dengan judul "My Message to Indonesian Goverment".

Utas yang diposting Bjorka sekitar pukul 16.00 WIB tersebut diawali dengan sebuah tangkapan layar dari pemberitaan media daring di Indonesia dengan judul yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris, yakni "Kominfo Message to Hackers: If You Can, Don't Attack" (pesan Kominfo ke peretas: Kalau bisa, jangan menyerang).

Baca juga: Situs Polri Diretas Hacker Brasil, 28 Ribu Data Tersebar ke Media Sosial

Telusuri Kebocoran

Pada konferensi pers Senin kemarin, Kominfo sendiri mengaku sedang menindaklanjuti masalah dugaan bocornya 1,3 miliar nomor HP dan nomor KTP tersebut.

Kominfo mengaku telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak terkait seperti operator seluler, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), BSSN hingga Cyber Crime Polri.

Semmy mengatakan, hasil pertemuan menunjukkan sumber kebocoran data nomor SIM card (nomor HP) dan NIK belum teridentifikasi.

Sebab, menurut investigasi gabungan, kecocokan dari sampel kebocoran data sebesar 15-20 persen dari sekitar dua juta data sampel yang dibagikan gratis oleh hacker.

Adapun total jumlah data yang diklaim dimiliki hacker adalah 1,3 miliar.

Dinilai ada kemiripan karena setelah divalidasi, beberapa data sampel tercatat "hidup" kartu SIM-nya, namun beberapa struktur datanya tidak sesuai.

Mengingat adanya kecocokan tersebut, sementara sumber kebocoran data belum teridentifikasi, Kominfo meminta operator seluler dan Dukcapil yang dalam kasus ini berperan sebagai penyelenggara registrasi kartu SIM, untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

Upaya ini selajutnya akan melibatkan tim dari Cyber Crime Polri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pesan Balasan Hacker untuk Kominfo, "Stop Being an Idiot""

Hacker's Reply Message to Kominfo, "Stop Being an Idiot"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved