Breaking News:

Pertama Sejak 1960, Jaringan Listrik Istana Kepresidenan Jakarta Direvitalisasi, PLN Pasok 6 MVA

Sistem kelistrikan Istana Kepresidenan Jakarta belum pernah direvitalisasi sejak disiapkan pada 1960.

dokumentasi PLN
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono meninjau revitalisasi jaringan kelistrikan Istana Kepresidenan Jakarta. 

TRIBUNBANTEN.COM - Untuk pertama kalinya, PLN merevitalisasi jaringan listrik Istana Kepresidenan Jakarta.

Sistem kelistrikan Istana Kepresidenan Jakarta belum pernah direvitalisasi sejak disiapkan pada 1960.

PLN menargetkan revitalisasi untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik guna menunjang aktivitas kenegaraan ini selesai pada 2023.

Baca juga: Listrik 5 Istana Kepresidenan Berbasis Energi Bersih, Terima Sertifikat REC dari PLN

Dengan adanya revitalisasi ini, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta bakal dipasok daya sebesar 6 Mega Volt Ampere (MVA).

Daya sebesar itu untuk kelistrikan di lingkungan Istana Negara, Istana Merdeka, kantor Presiden, kantor Wakil Presiden, Wisma Negara, dan Sekretariat Negara.

"Semoga revitalisasi ini bisa berjalan sesuai jadwal," kata Kepala Sekretariat Kepresidenan Heru Budi Hartono melalui rilis yang diterima TribunBanten.com, Kamis (8/9/2022).

Menurut  Heru, banyak kegiatan presiden di Istana Negara yang bergantung pada pasokan listrik yang andal.

Seusai penyerahan menyerahkan sertifikat energi baru terbarukan (EBT) atau Renewable Energy Certificate (REC), Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo bersama Heru meninjau proyek.

Peninjauan itu demi memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

Menurut Darmawan, demi kepentingan bangsa dan ketahanan negara, revitalisasi jaringan kelistrikan ini menjadi prioritas PLN.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved