Breaking News:

Warga Desa Junti Serang Gagal Panen Selama Tiga Musim, Diduga Area Pertanian Tercemar Limbah

Sejumlah petani di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, mengalami gagal panen selama tiga musim.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
Warga Desa Junti Serang Gagal Panen Selama Tiga Musim, Diduga Area Pertanian Tercemar Limbah
desi purnamasari
Sejumlah petani di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, mengalami gagal panen selama tiga musim. Diduga para petani itu gagal panen karena area pertanian tercemar limbah industri. Limbah industri itu diduga berasal dari pabrik yang jaraknya tidak jauh dari area pertanian.

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Sejumlah petani di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, mengalami gagal panen selama tiga musim.

Diduga para petani itu gagal panen karena area pertanian tercemar limbah industri. Limbah industri itu diduga berasal dari pabrik yang jaraknya tidak jauh dari area pertanian.

Baca juga: Banjir Limbah Pasir di Jalan Rangkasbitung-Leuwidamar Lebak, Pengendara Diminta Berhati-hati

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBanten.com, lahan pertanian yang diperkirakan memiliki luas sekitar 30 hektar ini, mengalami gagal panen lantaran tumbuh dengan tidak sempurna.

Tanaman padi yang semula tumbuh subur berwarna kehijau-hijauan ini, kini berubah total layaknya sebuah hamparan ilalang mati usai terbakar, karena tidak memiliki manfaat apapjn kepada para pemilinya.

Kegagalan dalam bertani yang dialami oleh warga di Desa ini, bukanlah untuk yang pertamakali. Melainkan telah melewati tiga musim dengan hasil yang kembali gagal panen.

Menurut salah seorang pemilik lahan, Jana (66) warga Desa Junti, menyebutkan tanaman padi miliknya hancur dan positif gagal panen, akibat terendam air limbah.

Karena dipicu oleh aktivitas salah satu perusahaan yang diduga telah membuang limbah sisa hasil produksinya kesaluran irigasi.

"Habislah, enggak ada harapan lagi kalau sudah seperti ini kondisinya," katanya saat ditemui di lokasi, Kamis (8/9/2022).

Ia mengatakan, dari satu petak lahan sawah yang digarapnya, biasanya mampu menanam hingga mencapai 1 ton dalam setiap musim.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved