Breaking News:

Lahan Pertanian di Desa Junti Serang Diduga Tercemar Limbah, DLH: Uji Lab Dibatas Ambang Normal

Puluhan hektar lahan pertanian milik warga Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, diduga tercemar limbah.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
Lahan Pertanian di Desa Junti Serang Diduga Tercemar Limbah, DLH: Uji Lab Dibatas Ambang Normal
desi purnamasari
Sejumlah petani di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, mengalami gagal panen selama tiga musim. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Prauri mengatakan, limbah industri milik PT Pahala Sukses bersama dengan perusahaan lainnya, yang disangkakan menjadi penyebab utama kematian dari lahan pertanian di Desa tersebut dinilai tidak terbukti.

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Puluhan hektar lahan pertanian milik warga Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, diduga tercemar limbah.

Ini mengakibatkan warga gagal panen selama tiga musim panen terakhir.

Baca juga: Warga Desa Junti Serang Gagal Panen Selama Tiga Musim, Diduga Area Pertanian Tercemar Limbah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang, Prauri mengatakan, limbah industri milik PT Pahala Sukses bersama dengan perusahaan lainnya, yang disangkakan menjadi penyebab utama kematian dari lahan pertanian di desa tersebut dinilai tidak terbukti.

Karena pihaknya telah menguji lab terhadap limbah yang dianggap menjadi penyeban gagal panennya warga.

"Berdasarkan hasil uji lab yang kami lakukan sejak beberapa waktu lalu, limbah dari perusahaan tersebut masih diambang batas normal," katanya di DLH Kabupaten Serang, Kamis (8/9/2022).

Baca juga: Hemat Biaya hingga 50 Persen, 3.000 UMKM Memanfaatkan Limbah Batu Bara PLTU

Dan menurutnya hal tersebut sesuai dengan kentuan yang berlaku. Namun ia mengatakan untuk hasil uji lab ini memang sifatnya dinasi.

"Karena bisa sajakan pada saat uji lab, limbah itu sudah tercampur dengan air bersih. Kita juga tidak tahu ke situnya," katanya.

Namun, pihaknya mengaku telah menggandeng pihak lain yakni Sukopindo guna melakukan uji lab kembali agar lebih menguatkan.

Namun memang hasil dari uji lab yang dilakukan tersebut memberikan hasil yang sama. Masih dibatas ambang normal dan sesuai dengan ketentuan.

"Maka hal ini dinilai tidak terbuktik secara ilmiah," katanya.

Baca juga: Kemendikbudristek Apresiasi Pengolahan Limbah Cair Hasil Karya Siswa dan Guru SD

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Mansur Barmawi mengatakan masih meragukan hasil uji lab yang telah dilakukan.

Untuk itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera ini meminta pemerintah kabupaten serang untuk melakukan uji kelayakan kembali.

"Agar hasilnya dapat diyakini secara bersama khususnya oleh para petani yang terdampak," katanya.

Dan jika itu terbukti maka, kata Mansur, harus segera dilakukan penutup perusahaan. Jangan sampai hal ini semakin merugikan masyarakat yang ada di sekitar perusahaan tersebut.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved