Breaking News:

UPDATE Puluhan Hektar Sawah di Desa Junti Serang Gagal Panen, Dinas Pertanian Sebut Gegara Hama

Puluhan hektar sawah milik warga Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, mengalami gagal panen hingga tiga musim diduga karena hama

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
UPDATE Puluhan Hektar Sawah di Desa Junti Serang Gagal Panen, Dinas Pertanian Sebut Gegara Hama
desi purnamasari
Sejumlah petani di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, mengalami gagal panen selama tiga musim. Puluhan hektar sawah milik warga Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, mengalami gagal panen hingga tiga musim diduga karena hama

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Puluhan hektar sawah milik warga Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, mengalami gagal panen hingga tiga musim diduga karena terserang hama ulat pengerek batang.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana, saat ditemui di Pemkab Serang, Jumat (9/9/2022).

PT. Pahala Sukses Bersama, perusahaan yang berjarak paling dekat dengan area pertanian ini di tuding telah membuang limba sisa hasil produksinya.

Hingga menyebabkan kematian pada tanaman padi para petani di Desa tersebut.

Baca juga: Lahan Pertanian di Desa Junti Serang Diduga Tercemar Limbah, DLH: Uji Lab Dibatas Ambang Normal

"Dari hasil pengamatan petugas kami, untuk sawah yang puso tersebut bukan disebakan oleh limba pabrik melainkan karena ulat pengerek batang," katanya.

Dengan adanya hama tersebut, kata Zaldi, sehingga mengakibatkan padi puso dan tidak bisa panen.

"Dengan itu kita melihat bahwa padi yang pusonya pun sebagian sudah ada yang panen," katanya.

Baca juga: Harga Cabai Naik, Petani di Lebak Alami Gagal Panen Lantaran Diserang Hama dan Cuaca Ekstrem

Selain itu, kata Zaldi, sejauh ini pemahamannya kematian padi yang ada di Desa Juti ini, murni karena adanya hama padi yang menyerang.

Sedangkan untuk analisis lingkungan limbah air dan sebagainya pihaknya tidak melakukan hal itu, karena pihaknya hanya melihat dampak fisik tanaman yang ada disana.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved