Breaking News:

Akan Kepung Istana, Menantu Habib Rizieq Ajak Semua Elemen Gabung Aksi Tolak BBM Naik

Ketua DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Muhammad Alatas, ajak semua elemen gabung dalam aksi tolak harga BBM naik.

Editor: Abdul Rosid
Warta Kota Live
Ketua DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Muhammad Alatas, ajak semua elemen gabung dalam aksi tolak harga BBM naik. 

TRIBUNBANTEN.COM - Menantu Habib Rizieq Shiab yang merupakan Ketua DPP Front Persaudaraan Islam (FPI) Habib Muhammad Alatas, ajak semua elemen gabung dalam aksi tolak harga BBM naik.

Dalam aksi tolak harga BBM naik itu rencananya akan diikuti oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212, dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama).

Aksi tolak harga BBM naik akan digelar di sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat.

Baca juga: Strategi Anies Baswedan Pertahankan Tarif Angkutan Umum Tak Naik Meski Harga BBM Meroket

Habib Muhammad yang juga menjawab sebagai Ketua Dewan Tanfidzi FPI ini menambahkan, GNPR tidak sependapat dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

"Kami dengan Gerakan Nasional Pembela Rakyat akan turun dalam Akbar, Aksi Bela Rakyat, kami ajak seluruh elemen-elemen bangsa, mari turun suarakan suara rakyat yang sudah lama suara rakyat tidak di dengar oleh para pejabatnya," ajak Habib Muhammad Alatas, dilansir dari Wartakotalive.com, Sabtu (10/9/2022).

"Kalau satu dua di media mungkin mereka tidak dengar, mari kita turun, suarakan agar mereka para pejabat mendengar aspirasi rakyat dalam Akbar yang Insya Allah Akbar akan menjadi gerakan besar yang akan membawa perubahan di Indonesia, takbir," ungkap Habib Muhammad.

Sementara, pada Jumat (9/9/2022) dalam jumpa persnya, Ketua Umum (Ketum) GNPF-Ulama, Yusuf Martak menyebut, aksi bertajuk Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) Aksi Bela Rakyat (Akbar) dilatari oleh ketidaksetujuan mereka terhadap kebijakan menikkan harga BBM, khususnya BBM bersubsidi.

Yusuf menyebut, langah menaikkan harga BBM adalah pengkhianatan terhadap mandat konstitusi.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR), Verry Kustanto menambahkan, kegiatan tersebut akan dilakukan pada Senin 12 September 2012 mulai pukul 13.00 bertempat di depan Istana Negara

"InsyaAllah aksi akan dilaksanakan hari Senin 12 September 2022 mulai jam 1 siang. Tempatnya, memang kita mengajukan untuk di depan Istana Negara, namun, memang kalau kondisinya kemungkinan tidak akan diberikan, kami akan diberikan di sekitar Patung Kuda," ujar Verry.

Baca juga: Puan Maharani Nangis saat BBM Naik Era SBY, Netizen: Kok Sekarang Gak Nangis Lagi?

Verry memastikan pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian terkait rencana aksi tersebut.

"Surat pemberitahuan sudah kami serahkan pada Kamis yang lalu. Dan Alhamdulillah sudah diterima dengan baik. Bahkan kami diarahkan," katanya.

Arahan dari pihak Kepolisian kata Verry, di antaranya tidak boleh membawa anak kecil, dan menyiapkan pengamanan sendiri selain pengamanan dari aparat Kepolisian untuk menghindari penyusup.

"Targetnya tetap kita ingin mendekati Istana Negara supaya Pak Jokowi langsung mendengar pernyataan yang kita bawa," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved