Breaking News:

Pemkab Serang Sebut akan Gunakan Dana Tidak Terduga Jika Situasi Pasca-Kenaikan BBM Alami Kritis

Pemerintah Kabupaten Serang akan gunakan dana tidak terduga (DTT), jika terjadi situasi kritis pasca kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa saat bagikan BLT BBM, bersama Pj Gubernur Banten Al Muktabar.   

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

 

TRIBUBANTEN.COM, SERANG - Pemerintah Kabupaten Serang akan menggunakan dana tidak terduga (DTT), jika terjadi situasi kritis pasca-kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa, saat ditemui di halaman kantor Samsat Cikande dalam rangka lauching bantuan langsung tunai (BLT) BBM, Jumat (9/9/2022).

"Kalau nanti situasi kritis kita akan mainkan juga dana tidak terduga. Saya harap nanti tidak terjadi kelangkaan barang," katanya.

Sehingga, kata Pandji, pihaknya mengharuskannya melakukan oprasi pasar. Karena akan berpengaruh kepada daya beli masyarakat, yang dikhawtirkan terjadinya inflasi.

Sebelumnya, Pemkab Serang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 5,7 miliar untuk BLT bagi warga terdampak kenaikan harga BBM.

Anggaran yang disiapkan tersebut berasal dari dana alokasi umum (DAU) dan dana bagi hasil (DBH).

"Bantuan ini dalam bentuk tunai dengan tujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat," katanya.

Yakni, kata Pandji, sebesar Rp 150 ribu per bulan yang akan berlangsung selama empat bulan ke depan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved