Breaking News:

Pasca-Kenaikan BBM, Inflasi di Kabupaten Serang Tercatat Normal di Angka 4,6 Persen

Pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) inflasi di Kabupaten Serang dipastikan masih normal dan tidak terjadi gejolak harga di pasaran.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Ahmad Haris
TribunBanten.com/Desi Purnamasari
Wakil Bupati Serang bersama Asda II dan OPD lainnya rapat evaluasi inflasi daerah pasca kenaikan BBM di ruang rapat KH Syam'un, Pemkab Serang, Senin (12/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi di Kabupaten Serang dipastikan masih normal dan tidak terjadi gejolak harga di pasaran.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, usai rapat evaluasi inflasi daerah pasca-kenaikan BBM di ruang rapat KH Syam'un, Pemkab Serang, Senin (12/9/2022).

Pandji mengatakan, tercatat saat ini inflasi di
Kabupaten Serang di angka 4,6 persen.

Selain itu, sesuai arahan pemerintah pusat, Pemkab Serang terus melakukan evaluasi terkait dengan inflasi daerah.

"Kabupaten Serang di angka 4,6 persen atau relatif normal," ujar Pandji.

Sebelumnya, kata Pandji, inflasi di Kabupaten Serang sempat berkisar di angka 4 persen.

Dalam hal ini, pihaknya pun melakukan upaya, di antaranya memperlancar distribusi dan memenuhi pasokan pangan yang dibutuhkan masyarakat.

Selain itu, adanya gerakan-gerakan bantuan sosial baik yang dilakukan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten, dapat meningkatkan daya beli masyarakat.

Pemkab Serang juga telah selesai melakukan pendataan kelompok masyarakat terdampak kenaikan harga BBM.

"Kabupaten Serang akan memberikan bantuan kepada 41 ribu orang yang biasa menerima Bantuan pangan non tunai (BPNT) yang akan mulai disalurkan pekan ini," katanya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved