Breaking News:

Kasus Pembunuhan Brigadir J

Status JC & Pengakuan Bribka RR Untungkan Bharada E, LPSK Koordinasi ke Kejagung soal Hukuman Ringan

Posisi Bharada E sebagai Justice Collaborator ditambah kesaksian terbaru Bripka Ricky Rizal atau Bribka RR dinilai bisa meringankannya.

Editor: Ahmad Haris
Grafis Tribunnews
Langkah LPSK koordinasi ke Kejagung hingga keterangan Bripka Ricky Rizal bawa angin segar bagi Bharad E, di antaranya dapat keringanan hukuman. 

TRIBUNBANTEN.COM - Posisi Bharada E sebagai Justice Collaborator ditambah kesaksian terbaru Bripka Ricky Rizal atau Bribka RR dinilai bisa meringankannya.

Saat ini LPSK juga tengah berkoordinasi dengan Kejagung agar Bharada E dapat dituntut hukuman ringan dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Kasus pembunuhan Brigadir J segera masuk persidangan jika berkas perkaranya sudah dinyatakan lengkap atau P21.

Baca juga: Pihak Brigadir J Duga Ferdy Sambo Guyur Uang ke Banyak Lembaga untuk Embuskan Isu Pelecehan Seksual

Baca juga: Polri Tak Kunjung Tahan Putri Candrawathi, Irjen Ferdy Sambo Berhasil Lakukan Perlawanan Internal?

Juru Bicara LPSK Rully Novian menyatakan akan melakukan pendampingan terbaik agar hak Bharada E sebagai JC terpenuhi.

"Koordinasi dimaksud menyamakan persepsi, menyamakan pandangan apa hak-hak seseorang yang disposisikan sebagai JC," kata Rully di kantor LPSK, Jakarta Timur, Senin (12/9/2022).

Sebagai JC Bharada E memiliki hak agar berkas perkara dan penahanannya dipisahkan dengan terdakwa lain.

"Hak-hak seseorang yang disposisikan sebagai JC. Tentu kita harap antara penyidik, Kejaksaan dan LPSK bisa bersinergi. Perlindungan, perlakuan khusus dan penghargaan terhadap Bharada E," ujar Rully Novian.

Selain itu, satu di antara tersangka pembunuhan ini bisa diperiksa paling akhir sebagai terdakwa di persidangan.

Serta agar pada tahap tuntunan di persidangan nantinya Jaksa Penuntut Umum (JPU) dapat memberikan keringanan hukuman kepada Bharada E dibandingkan terdakwa lain.

Perihal penahanan ketika beralih dari Bareskrim Polri ke Kejaksaan Agung, Rully menuturkan belum ada keputusan apakah LPSK menyarankan eks ajudan Irjen Ferdy Sambo itu dipindah dari Rutan Bareskrim Polri atau tidak.

Sebagai seorang JC Bharada E sepatutnya dapat ditahan di Rutan khusus JC.

Tetapi hingga kini LPSK belum memiliki Rutan tersebut sehingga masalah penahanan harus dibahas lebih lanjut.

Namun Rully memastikan di manapun Bharada E nantinya ditahan ketika sudah menjadi terdakwa, LPSK akan tetap memberikan perlindungan untuk memastikan keselamatan jiwa.

Hingga kini Bharada E yang ditahan di Rutan Bareskrim Polri masih mendapat penjagaan 24 jam penuh dari petugas LPSK.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved