Breaking News:

Berkas Perkara Belum Rampung, PSI: 76,7 % Responden Yakin Polri-Jaksa Usut Tuntas Kasus Brigadir J

Hingga pertengahan September 2022, berkas perkara kasus pembunuhan Brigadir J, ajudan Ferdy Sambo belum rampung

Editor: Glery Lazuardi
Tribunjakarta.com
Ferdy Sambo melakukan beberapa adegan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinasnya di di Komplek Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Hingga pertengahan September 2022, berkas perkara kasus pembunuhan Brigadir J, ajudan Ferdy Sambo belum rampung.

Sejauh ini berkas perkara atas nama lima tersangka masih bolak-balik antara Polri dan Kejaksaan.

Lima tersangka, yaitu Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, Bharada E, dan Bripka RR.

Baca juga: Komnas HAM Sebut Ferdy Sambo Alami Masalah Kejiawaan, Ahli Psikologi: Klasifikasi Kriminal Berbahaya

Panel Survei Indonesia (PSI) mencoba untuk melihat pendapat masuarakat soal penegakan hukum dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Hasilnya mayoritas responden masih optimistis kasus pembunuhan Brigadir J akan diusut tuntas.

"Terkait kasus terbunuhnya Brigadir J yang menjadi pembicaraan di publik ,opini masyarakat yang ditangkap dari hasil survei didapati sebanyak 76,7 persen responden puas dengan kinerja Polri dalam membongkar kasus terbunuh brigadir J ,sebanyak 17,1 Persen tidak puas dan 6,2 persen tidak menjawab," kata Koordinator Penelitian Panel Survei Indonesia, Yuswiryanto.

Menurut Peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia, Fuadil Ulum, hasil survei itu menandakan masyarakat mendukung Polri dan Kejaksaan menindak Ferdy Sambo dan membongkar kasus ini.

"Kalau mendukung transparansi di Polri dan Kejaksaan tentu Pak. Ini menyangkut semangat reformasi dan penegakan hukum kita. Lembaga negara kita harus berjalan dengan transparan dan akuntabel," ujarnya.

Berkas Perkara Ferdy Sambo

Kejaksaan Agung melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Agung Ketut Sumedana, berharap Ferdy Sambo bisa disidang dalam satu surat dakwaan, kendati dengan dua perkara berbeda.

“Harapan kami, karena perkara ini saling berkaitan satu perkara dengan perkara lain, dalam satu peristiwa yang sama, lebih mudah dalam satu pembuktian menjadi satu berkas," kata Ketut, Rabu (14/9/2022) dilansir dari Antara.

Ia menjelaskan, kans Ferdy Sambo disidang dalam satu berkas dawaan sangat mungkin, tetapi tergantung pada jaksa penuntut umum dan penyidik dari Polri.

Apabila jarak pelimpahan berkas perkara pertama dengan perkara kedua cukup jauh, mengingat tersangka memiliki batas masa penahanan, mau tak mau Sambo mesti disidang dua kali.

Baca juga: Pihak Brigadir J Duga Ferdy Sambo Guyur Uang ke Banyak Lembaga untuk Embuskan Isu Pelecehan Seksual

Jaksa penuntut umum saat ini diketahui telah menerima penetapan tersangka Ferdy Sambo untuk dua perkara.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved