Breaking News:

Sudah Bayar Rp 3 Juta-Rp 9 Juta, 5 Korban Penipuan Tenaga Kerja di Cikande Melapor ke Polres Serang

Kami akan segera melakukan penyelidikan atas laporan para korban dan menindak tegas pelaku percaloan

dok Tribun Jateng
ilustrasi lowongan kerja. Lima orang mendatangi Reskrim Polres Serang untuk melaporkan dugaan kasus penipuan penyaluran tenaga kerja di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Kamis (15/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com, Desi Purnamasari

 

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Lima orang mendatangi Reskrim Polres Serang untuk melaporkan dugaan kasus penipuan penyaluran tenaga kerja di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Kamis (15/9/2022).

Para korban ini mengaku dijanjikan mendapatkan pekerjaan dalam waktu satu minggu dan dimintai uang berkisar antara Rp 3 juta-Rp 9 juta.

Mereka dijanjikan bekerja di sebuah perusahaan di kawasan industri modern Cikande.

Baca juga: Sindikat Penipuan Lowongan Kerja di Serang Ditangkap Polisi, Korban Diminta Rp15 juta per Orang

Kasi Humas Polres Serang, Iptu Dedi Jumhaedi mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut.

"Kami akan segera melakukan penyelidikan atas laporan para korban dan menindak tegas pelaku percaloan ini," katanya di Mapolres Serang, Kamis.

Menurut Dedi, pelapor memberikan bukti kuitansi pembayaran penerimaan kerja.

DA, seorang korban, mengaku telah memberikan uang Rp 9 juta kepada tenaga penyalur kerja.

Dia dijanjikan mulai bekerja satu minggu setelah melakukan pembayaran untuk adminstrasi.

Namun, setelah menanti hingga lima bulan, DA tidak kunjung dipanggil untuk bekerja di sebuah perusahaan yang telah dijanjikan.

"Saya percaya karena waktu pemberian uang diberikan kuitansi, kartu pengenal karyawan (KPK), dan tanda tangan kontrak," ujarnya.

Baca juga: Modus Emak-emak Rambut Pirang Lakukan Penipuan Losbak, Korban Mewek Mobilnya Dikembalikan Polisi

DA juga mengaku sempat mendatangi perusahan yang telah dijanjikan pihak yayasan guna memastikan kebenarnya.

Namun pada saat datang, pihak perusahaan mengatakan tidak menerima pekerja melalui penyaluran yayasan.

"Karena nunggu lama saya inisiatif ke sana, eh malah dapet informasi begitu. Saya curiga ditambah nomor yayasan udah enggak aktif semua," katanya.

Atas kerjadian tersebut pihaknya memutuskan untuk lapor kepada pihak kepolisian, dengan harapan pelaku dapat ditangkap guna memberikan efek jera. 

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved