Breaking News:

Capaian Penerimaan PPB-P2 Rendah, Tiga Camat di Kabupaten Serang Terancam Dicopot Jabatannya

Tiga camat di Kabupaten Serang terancam dicopot jabatannya lantaran capaian PBB-P2 masih rendah.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Rosid
Desi Purnamasari/TribunBanten.com
Kepala Badan pendatapan daerah (Bapenda) Kabupaten Serang, Mohamad Ishak Abdul Rouf 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Tiga Camat di Kabupaten Serang terancam dicopot jabatannya.

Hal itu lantaran ketiga kecamatan di antaranya Tunjung Teja, Binuang, Bandung capaian penerimaan pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2) masuk kategori terendah.

Untuk diketahui, sampai dengan akhir Agustus baru capaian PBB-P2 di Kabupaten Serang baru mencapai32 persen.

Baca juga: Capaian PBB P-2B Rendah, Camat di Kabupaten Serang Terancam Kehilangan Jabatan

Atau tercapai Rp6,8 miliar dari yang ditargetkan Rp18 miliar atau baru terealisasi 32 persen.

Kepala Badan pendatapan daerah (Bapenda) Kabupaten Serang, Mohamad Ishak Abdul Rouf mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi guna melakukan perbaikan kedepannya.

"Ini jadi konsen Bapenda dan camat selaku koordinator di kecamatan," tuturnya di pemkab serang, Jumat (16/9/2022).

Ia juga mengatakan bahwa, untuk Kecamatan terendah diantaranya, Kecamatan Tunjung Teja 20,6 persen, Binuang 21,3 persen dan Bandung 24,2 persen.

Sementara itu, Kecamatan tertinggi yakni Kecamatan Pamarayan 46,4 persen, Tanara 45,9 persen dan Jawilan 42,6 persen.

"Pada saat evaluasi untuk kecamatan terendah diberikan bendera hitam dan bendera putih untuk kecamatan tertinggi, hal ini sebagai bentuk pengingat dan apresiasi," katanya.

Baca juga: Pelajar di Kabupaten Serang Buat Alat Pendeteksi Ngantuk, Raih Juara TTG Tingkat Banten

Sementara itu, Wakil Bupati Serang, Pandji Tirtayasa mengimbau kepada para camat untuk lebih serius lagi dalam melakukan penagihan PBB-P2 tersebut.

"Ini sangat memprihatinkan, maka perlu diingatkan dan ditekankan kembali, sejauh mana mereka melaksanakan tugas dalam melakukan penghimpunan PBB di masing-masing wilayahnya," katanya.

Pandji menegaskan, jika sampai akhir tahun masih ada kecamatan yang penerimaan PBB-P2 nya masih rendah pihaknya tidak akan segan-segan untuk memberikan sanksi tegas.

"Diberikan saksi tegas, diantaranya bisa saja di pindah, bisa juga di tarik ke dinas, maka hal ini perlu diperhatikan dengan baik,"tuturnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved