Breaking News:

Diiming-imingi Kerja di Industri Modern Cikande, Wanita di Cilegon Tertipu Rp9 Juta

Wanita asal Kota Cilegon harus rela kehilangan uang Rp9 juta lantaran jadi korban penipuan lowongan kerja di Industri Modern Cikande.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Rosid
Grid oto
Wanita asal Kota Cilegon harus rela kehilangan uang Rp9 juta lantaran jadi korban penipuan lowongan kerja di Industri Modern Cikande. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Nasib apes menimpa perempuan berinisial DAS asal Kota Cilegon.

DAS merupakan korban penipuan dengan modus lowongan kerja di Kawasan Industri Modern Cikande.

Kejadian ini bermula ketika DAS mencari kerja melalui lowongan pekerjaan di media sosial.

Baca juga: Sudah Bayar Rp 3 Juta-Rp 9 Juta, 5 Korban Penipuan Tenaga Kerja di Cikande Melapor ke Polres Serang

Perempuan ini justru mendapakan pengalam pahit, lantaran bukannya mendapatkan pekerjaan justru uangnya pun raib dibawa penyalur tenaga kerja.

"Awalnya emang lagi cari-cari kerjaan di media sosial, terus nemu ada loker dan saya coba kirim berkas lamaran saya," katanya kepada TribunBanten.com di Mapolres Serang, Sabtu (17/9/2022).

Ia mengatakan, tenaga penyalur yang berlokasi di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, meminta uang Rp500 ribu untuk pendaftaran.

"Saya langsung kasih waktu itu uangnya, tapi beberapa minggu kemudian mereka minta uang lagi bilangnya biar cepet masuk kerja sebanyak Rp8,5 juta," katanya.

Ia mengaku tidak menaruh curiga sedikit pun, karena pada saat memberikan sejumlah uang

Hal ii lantaran, para pelaku langsung memberikan tanda tangan kontrak dan kwitansi bukti perjanjian untuk dapat masuk kerja ke salah satu perusahaan di Kawasan Industri Modern Cikande.

"Bilangnya dalam jangka satu minggu udah masuk kerja, tapi setelah ditunggu sampe sekarang belum juga ada panggilan. Udah lima bulan kesini," katanya.

Baca juga: Sindikat Penipuan Lowongan Kerja di Serang Ditangkap Polisi, Korban Diminta Rp15 juta per Orang

Ia pun mengaku dari situ sudah mulai menaruh curiga, lantaran pihak yayasan tersebut selalu beralasan pada saat dirinya menanyakan kepastian kerja tersebut.

"Bilangnya sabar sabar terus engga pernah ada kepastian. Malah sekarang semua kontaknya udah engga bisa dihubungi," katanya.

Pihaknya, mengaku telah melaporkan kasus ini kepada kepolisian. Dan berharap agar kasus ini segera terungkap dan pelaku segera ditangkap.

 

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved