Breaking News:

Hukum Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Begini Penjelasan Buya Yahya

Penjelasan hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Buya Yahya. Menurutnya momen yang dilakukan untuk mengenang, meneladani Nabi Muhammad SAW.

Penulis: Abdul Rosid | Editor: Abdul Rosid
Tangkap Layar/YouTube/Al Bahja TV
Penjelasan hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Buya Yahya. Menurutnya momen yang dilakukan untuk mengenang, meneladani Nabi Muhammad SAW. 

TRIBUNBANTEN.COM - Simak penjelasan hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Buya Yahya.

Pro kontra tentang hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW masih jadi bahan perdebatan oleh beberapa umat muslim.

Dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Senin (19/9/2022),
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya memberi penjelasan terkait hukumn merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Baca Doa Ini di Pagi, Sore dan Malam Hari, Kata Ustad Abdul Somad (UAS): Jin dan Setan Kabur

Menurut Buya Yahya, meskipun umat Islam merayakan Maulid Nabi setiap tahunnya, tetapi hal itu tidak dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam saat hari kelahirannya.

Karena, kata Buya Yahya, pada saat itu Rasullulkah sendiri masih dalam keadaan hidup.

“Rasulullah SAW tidak memperingati dirinya sendiri, tapi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memberi contoh untuk kita,” kata Buya Yahya.

“Sebagai umat muslim kita harus selalu mencontoh apa yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam,” ujar Buya Yahya.

Penjelasan hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Buya Yahya. Menurutnya momen yang dilakukan untuk mengenang, meneladani Nabi Muhammad SAW.
Penjelasan hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Buya Yahya. Menurutnya momen yang dilakukan untuk mengenang, meneladani Nabi Muhammad SAW. (Tangkap Layar/YouTube/Al Bahja TV)

"Maulid Nabi adalah perkumpulan hamba-hamba Allah SWT yang diberi motivasi untuk mengenal, mencintai dan membela Nabi Muhammad SAW”, lanjut Buya Yahya.

Dalam perayaan Maulid Nabi SAW, di sini kita bukan sedang merayakan hari lahirnya sebagaimana kebanyakan orang merayakan momen hari kelahiran.

Tetapi, Maulid Nabi SAW adalah sebuah momen yang dilakukan untuk mengenang, meneladani, dan memperbanyak pujian serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Baca 4 Amalan Ini Setiap Hari, Kata Syekh Ali Jaber, Rezeki Akan Selalu Mendatangimu

Contohnya, menghadiri majelis ilmu dan mendengarkan ceramah, berdzikir, berdoa, mengikuti sifat-sifat terpujinya, serta mempraktikkan apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

"Kita tidak berbicara soal kelahiran Nabi. Kelahirannya jelas istimewa. Tapi kita ingin menghadirkan sunnah Nabi dengan cara semacam ini," tegas Buya Yahya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved