Breaking News:

Marak Perambahan Rawa Danau, Dirut Rekonvasi Bhumi Minta Segera Dicarikan Solusi

Perambahan di sekitar Rawa Danau di Kecamatan Gunungsari-Mancak, Kabupaten Serang masih marak terjadi.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Abdul Rosid
Desi Purnamasari/TribunBanten.com
Direktur Eksekutif Rekonvasi Bhumi Nana Rahadian mengatakan, perambahan Rawa Danau, Kabupaten Serang masih marak meski mengalami penurunan. 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Perambahan di sekitar Rawa Danau di Kecamatan Gunungsari-Mancak, Kabupaten Serang marak terjadi.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Rekonvasi Bhumi Nana Rahadian perambahan Rawa Danau masih marak meski mengalami penurunan.

"Perambahan ada memang, namun hal ini sudah terjadi penurunan, kalau dulu hampir 1.000 hektare, sekarang tinggal 600 hektar," katanya usai mengikuti kunjungan Komite III DPD RI di Pendopo Bupati Serang, Senin (19/9/2022).

Baca juga: Korban Banjir 1.500 Keluarga di 10 Kecamatan, Bupati Serang Minta Revitalisasi Rawa Danau Dipercepat

Ia mengatakan, penurunan ini hasil dari berbagai upaya yang dilakukan oleh forum dan balai koservasi sumber daya alam (BKSDA).

"Penurunan itu merupakan kerja keras berbagai organisasi perangkat daerah," katanya.

Menurutnya, hal ini harus terus dilakukan upaya untuk menekan aktivitas perambahan itu. Karena dampaknya akan sangat berbahaya.

"Akan banyak persoalan kalau perambahan ini terus marak,” ujarnya.

Selain itu, kata Nana, Rawa Danau menjadi reservoir 18 sungai. Jika kawasan ini dirusak, akan berdampak pada sumber kehidupan di wilayah Serang dan sekitarnya.

“Rawa Danau ini biarkan menjadi rawa, kalau menjadi daratan, celaka juga kita dan akan banyak air yang terbuang ke laut,” ucapnya.

Jelas Nana yang mejadi faktor masih ditemukannya perambahan, karena butuh tambahan tenaga, biaya serta regulasi untuk merawat Rawa Danau.

"Karena area seluas itu hanya diawasi oleh sembilan pegawai negeri sipil. Meski begitu jangan sampai ada regulasi yang menggeser kawasan itu menjadi kawasan budidaya,” katanya.

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved