Tentang Daar El-Qolam, Pondok Pesantren Modern Pertama dan Terbesar di Banten
Daar El-Qolam berlokasi di Desa Pasir Gintung, Jayanti, Tangerang, Provinsi Banten. Pesantren ini didirikan pada 20 Januari 1968.
Penulis: Ahmad Haris | Editor: Ahmad Haris
TRIBUNBANTEN.COM - Banten terkenal dengan banyaknya pondok pesantren (Ponpes) salafi dan modernnya.
Pesantren-pesantren itu tersebar di berbagai daerah, di delapan kabupaten kota.
Tak heran bila selain berjuluk "Tanah Jawara", Banten juga memilik julukan "Bumi Seribu Kiai Sejuta Santri".
Baca juga: Pondok Pesantren di Pandeglang Ludes Terbakar, Diduga karena Korsleting Listrik
Salah satu pondok pesantren modern yang cukup populer di Banten, adalah Ponpes Daar El-Qolam (Darqo), Gintung.
Pesantren ini merupakan pesantren terbesar Banten, dan termasuk salah satu yang terbesar di Indonesia.
Berlokasi di Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, pesantren ini didirikan pada 20 Januari 1968.
Lembaga pendidikan Islam ini adalah model integrasi antara sistem pendidikan pondok dengan sistem pendidikan madrasah dan sekolah.
Menurut berbagai sumber, Daar El-Qolam merupakan pesantren alumni Darussalam Gontor yang pertama.
Pesantren ini adalah gagasan Haji Qasad Mansyur yang direalisasikan oleh Drs. K.H. Ahmad Rifai Arief (1942-1997).
Setelah K.H. Ahmad Rifa'i Arief meninggal dunia pada tanggal 15 Juni 1997, tampuk kepemimpinan pesantren dialihkan kepada adik laki-laki pertamanya, Drs. KH. Ahmad Syahiduddin dan putra pertamanya, Adrian Mafatihullah Karim.
Pesantren Daar el-Qolam mulai melakukan ekspansi yang signifikan di bawah kepemimpinan K.H. Ahmad Syahiduddin.
Dari sekitar 15 hektar saat ditinggalkan oleh pendiri, Daar el-Qolam kini meluas hingga mencapai 29 hektar.
Pesantren Daar el-Qolam mendirikan Program Excellent Class, mulai pada tahun ajaran 2007/2008.
Program Excellent Class akhirnya diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, H. Maftuh Basyuni pada tanggal 21 Januari 2008, bersamaan dengan peringatan hari jadi (milad) Pesantren Daar el-Qolam yang ke-40 (5 windu).
Program Excellent Class ini kemudian diproyeksikan sebagai Sekolah Bertaraf Internasional yang berbentuk pesantren.
Pembangunan Daar el-Qolam juga tidak selesai sampai situ saja.
Kini, Kiyai Ahmad Syahiduddin juga sudah mengembangkan pesantren cabang Daar el-Qolam, yang dikhususkan untuk menangani santri tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), di Desa Pangkat, Jayanti, Tangerang, yang sudah selesai dalam pembangunan asrama dan gedung kelas.
Dikutip dari wikipedia, Pondok Pesantren Daar el-Qolam merupakan pondok pesantren terbesar sedaerah Banten, dengan jumlah kurang lebih 5.000 jiwa.
Dengan fasilitas gedung yang serba modern nan lengkap, megah, dan tertata rapih.
Bahkan, kini Daar El-Qolam memiliki Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan antara gedung sekolah H. M. Natsir, dan gedung sekolah Bani Sholihin.
JPO ini dikhususkan untuk santriwati agar tertib dalam melintas menuju gedung H. M. Natsir.
Tidak heran bila banyak yang menyebutnya sebagai kota di tengah desa.
Baca juga: UAS Sebut Haji Bolot Punya Pesantren, Kerja Canda Tapi Amal Serius, Natizen: Masha Allah!
Pada 20 Januari 2018, Pondok Pesantren Daar el-Qolam mengadakan Milad yang ke-50 tahun (setengah abad) yang begitu meriah.
Rangkaian milad tersebut dihadiri tokoh-tokoh nasional seperti Ketua MPR RI saat itu, yakni Zulkifli Hasan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudoyono, dan Musisi Rhoma Irama.
Kini Daar El-Qolam tengah menyiapkan kampus baru di daerah Jasinga, Bogor, untuk pembangunan Pesantren Daar El-Qolam 5.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banten/foto/bank/originals/Ribuan-santriwan-Ponpes-Daar-El-Qolam-melaksanakan-sholat-dzuhur-berjamaah.jpg)