Breaking News:

Unras Kenaikan BBM Rentan Disusupi Konten Propaganda, Belasan Terduga Teroris Ditangkap di Riau

Jumlah terduga teroris di Indonesia berpotensi bertambah karena menunggangi isu strategis seperti kenaikan harga BBM untuk menciptakan ketidakpercayaa

Editor: Glery Lazuardi
istimewa
Perkuliahan bagi 210 Mahasiswa STIK-PTIK, pada Senin (19/9/2022). Sebanyak 13 terduga teroris ditangkap di Riau selama satu minggu terakhir. Jumlah terduga teroris di Indonesia berpotensi bertambah karena menunggangi isu strategis seperti kenaikan harga BBM untuk menciptakan ketidakpercayaan terhadap pemerintah. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sebanyak 13 terduga teroris ditangkap di Riau selama satu minggu terakhir.

Jumlah terduga teroris di Indonesia berpotensi bertambah karena menunggangi isu strategis seperti kenaikan harga BBM untuk menciptakan ketidakpercayaan terhadap pemerintah.

"Propaganda kelompok teror yang menentang negara memanfaatkan isu ekonomi dan isu lainnya, ini cara mereka yang ingin terjadinya distrust kepada pemerintah," kata Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar.

Baca juga: Kenaikan Harga BBM Picu Tarif Bus Melambung Tinggi, Banyak Penumpang Bus Mengeluh

Selain itu, politik identitas dimainkan kelompok teror untuk menciptakan polarisasi di masyarakat. Jika tidak diantisipasi, polarisasi ini dapat melahirkan sel-sel terorisme baru bahkan pelaku tunggal atau lone-wolf.

"Politik identitas dimainkan karena tujuan politiknya mirip dengan kelompok teror, jika tidak terkendali bisa melahirkan kelompok teroris dalam masyarakat," ujarnya saat mengisi perkuliahan bagi 210 Mahasiswa STIK-PTIK, Senin (19/9/2022).

Upaya penangkapan 13 terduga teroris itu dilakukan dalam beberapa tahap. Pertama, delapan terduga teroris ditangkap adalah bagian dari jaringan Anshor Daulah. Mereka berinisial RP, JW alias AJ, II, M, Z, MNS, ITZ, dan MA ditangkap di Dumai, Riau, Rabu (14/9/2022) pukul 07.05 WIB sampai 12.10 WIB.

Baca juga: Daftar Lengkap Tarif Bus AKAP Terbaru di Pakupatan/Merak ke Semua Jurusan Pasca-Harga BBM Naik

Dari 8 orang itu, tersangka RP merupakan ketua atau amir JAD Dumai dan terhubung dalam grup telegram pengusaha lokal di bawah pimpinan Abu Yusha, Jawa Tengah.

Lalu, kelima terduga teroris berinisial WI, S, A, ES, dan AF ditangkap pada waktu dan lokasi berbeda. WI ditangkap pada 14 September 2022. Sedangkan 4 lainnya pada 16 September 2022.

Empat tersangka diduga sebagai jaringan Anshor Daulah. Sementara WI merupakan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Berdasarkan hasil pendalaman, terungkap AF dan WI memiliki peran yang cukup besar. WI merupakan pemimpin atau amir dari JAD di Riau.

Sebagai upaya menanggulangi penyebaran paham radikal salah satu upaya yang dilakukan adalah pentahelix.

Polri menjadi mitra BNPT RI dalam melakukan transformasi 5 bidang yaitu wawasan kebangsaan, pembangunan kesejahteraan, moderasi beragama, akar budaya bangsa, dan revitalisasi nilai Pancasila.

Baca juga: 16. 255 KPM di Kota Cilegon Telah Menerima BLT BBM dan Bansos

Menurut Boy Rafli, transofrmasi itu dapat memproteksi masyarakat dari propaganda radikalisme terorisme yang beredar di dunia maya.

"Negara punya tugas dalam memproteksi warga negara agar tidak terlibat terorisme, oleh karena itu transformasi tersebut harus kita lakukan bersama dengan stakeholders lain," tambahnya.

Tulisan ini sebagian sudah tayang di Kompas.com berjudul Bertambah 5, Total 13 Tersangka Teroris Ditangkap Densus 88 di Riau

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved