Breaking News:

Gegara Rumah Dibongkar, 18 KK di Desa Junti Serang Hidup Luntang-lantung: Tidur di Teras Tetangga

18 warga di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, terpaksa hidup luntang-lantung.

Penulis: desi purnamasari | Editor: Glery Lazuardi
desi purnamasari
Rumsinah (60) warga penerima bantuan menujukan rumahnya yang kini rata dengan tanah 

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Desi Purnamasari

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - 18 warga di Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, terpaksa hidup luntang-lantung.

Hal ini, karena rumah tempat tinggal mereka dibongkar. Selama ini, mereka tinggal di rumah tidak layak huni.

Hingga kini upaya pembangunan tidak kunjung dilakukan.

Tampak, bangunan rumah warga rata dengan tanah.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Banten 22 September, Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Lebak, Pandeglang dan Serang

Sehingga, para warga penerima bantuan ini terpaksa harus hidup luntang-lantung dan menumpang.

Mereka merupakan penerima program bantuan rumah tidak layak huni atau rutilahu.

Rumah sederhana yang selama ini mereka tinggali, kini tidak lagi dapat ditempati sebagai tempat bernaung.

Lantaran telah rata dengan tanah setelah dirobohkan oleh petugas program rutilahu tiga minggu lalu.

Baca juga: 7 Perguruan Tinggi Swasta Favorit di Provinsi Banten

Sejak itu pula mereka harus terluntang-lantung mencari tempat hunian sementara, agar dapat terlindungi dari hujan dan angin khususnya ketika malam hari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved