Breaking News:

Omzet Lidiana Rp 40 Juta/Bulan Setelah Tambah Daya Listrik karena Permintaan Sayur Segar Bertambah

Lidiana memutuskan untuk menambah total daya hingga 9.900 VA karena permintaan sayuran segar semakin banyak

dokumentasi PLN
Teratai Hydrofarm di Jalan Gatot Subroto, Cibodas, Kota Tangerang. Omzet Teratai Hydofarm pun bertambah dari Rp 20 juta per bulan menjadi Rp 40 juta per bulan. 

TRIBUNBANTEN.COM - Sejak 2021, Lidiana menekuni usaha hidroponik yang diberi nama Teratai Hydrofarm di Jalan Gatot Subroto, Cibodas, Kota Tangerang.

Usaha itu bermula banyaknya minat pola hidup sehat dari masyarakat pada saat pandemi Covid-19 yang menginginkan sayur segar berkualitas tanpa pestisida.

Lidiana menanam menanam sayuran selada, pakcoi, kangkung, bayam, kale, okra, dan sayuran segar lainnya.

Baca juga: PLN Pastikan Tidak ada Perubahan Tarif Listrik dan Pelanggan 450 VA Tidak Dihapus

Awalnya, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) itu mendaftar sambung baru listrik dengan daya 2.200 Volt Ampere (VA).

Namun, Lidiana memutuskan untuk menambah total daya hingga 9.900 VA karena permintaan sayuran segar semakin banyak.

"Dibutuhkan daya yang lebih besar untuk menunjang produksi," katanya melalui rilis yang diterima TribunBanten.com, Kamis (22/9/2022).

Omzet Teratai Hydofarm pun bertambah dari Rp 20 juta per bulan menjadi Rp 40 juta per bulan.

Menurut Lidiana, dengan menggunakan listrik, produktivitas usahanya terus meningkat dan sayuran yang ditanam lebih subur.

"Usaha hidroponik saya tidak bisa dilepaskan dari peran listrik karena aktivitasnya ditunjang listrik, mulai dari pengairan dengan pompa air, dan penerangan didalam rumah hidroponik, semuanya membutuhkan listrik," ucap Lidiana.

Listrik membantu Lidiana dalam upaya memproduksi tanaman yang menghasilkan panen lebih cepat dan tepat karena tidak bergantung cuaca.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved