Breaking News:

Hukum Pelakor Dalam Islam, Kata UAS: Cambuk 100 Kali Jika Si Perempuan Masih Gadis

Penjelasan dari Ustad Abdul Somad (UAS) soal hukum pelakor dalam Islam.

Penulis: Abdul Rosid | Editor: Abdul Rosid
Tangkap Layar/YouTube/Ustadz Abdul Somad Official
Penjelasan dari Ustad Abdul Somad (UAS) soal hukum pelakor dalam Islam. 

TRIBUNBANTEN.COM - Islam mengatur segala sendi kehidupan umat manusia, termasuk hukum pelakor dalam agama Islam.

Perebut laki orang atau pelakor merupakan tindakan merebut pasangan orang lain.

Tindakan ini tidak lain merupakan perselingkuhan dalam hubungan rumah tangga.

Baca juga: Kapan 1 Rabiul Awwal Maulid Nabi Muhammad SAW 2022? Apa Hukum Merayakannya

Tak jarang, palor membuat satu rumah tangga jadi bertengkar bahkan bisa berujung perceraian.

Lantas bagaimana hukum pelakor dalam Islam.

Dalam ceramahnya, Ustad Abdul Somad (UAS) dikutip dari kanal YouTube Slamet Basuki pada Jumat (23/9/2022) menerangkan.

Agama Islam memandang bahwa merusak hubungan rumah tangga orang atau merebut suami/istri orang lain merupakan perbuatan yang tidak lazim dan tergolong keji.

Penjelasan dari Ustad Abdul Somad (UAS) soal hukum pelakor dalam Islam.
Penjelasan dari Ustad Abdul Somad (UAS) soal hukum pelakor dalam Islam. (IMCNews.ID)

Kata UAS, Jika merunut kepada aturan pemerintah, secara hukum memang belum ada aturan khusus yang disahkan terkait pelakor ini.

Karena hal inilah yang membuat para pelakor belum memutuskan untuk bertaubat.

Kendati demikian, dipaparkan UAS, apabila pelaku pelakor telah melakukan perbuatan hubungan badan dengan seseorang yang bukan suami atau istri sahnya, maka akan ada hukuman yang menjeratnya.

Baca juga: Baca Doa Ini di Pagi, Sore dan Malam Hari, Kata Ustad Abdul Somad (UAS): Jin dan Setan Kabur

Seperti tertulis dalam Pasal 1 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, tujuan dari pernikahan adalah terbentuknya keluarga bahagia yang kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Adapun hukum Islam yang mengatur tentang azab atau hukum yang harus diterima si Pelakor adalah.

“Az-zaniyatu waz zaanii" (perempuan yang menggangu laki-laki)

"Fajliduu kulla waahidim min humaa mi`ata jalda" (cambuklah mereka seratus kali cambuk, kalau masih gadis).

Baca juga: Hukum Berkurban dari Uang Hasil Berutang, Kata UAS: Boleh Saja Asal Ada Kepastian, Ini Alasannya

"Tetapi kalau sudah menikah, dilempar batu sampai mampus, Itu untuk perempuan pelakor yang sudah bersuami,”ucapnya.

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved