Breaking News:

Pendataan Awal Regsosek 2022, BPS Banten Kerahkan 20 Ribu Petugas

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten akan melakukan pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022.

Penulis: Ahmad Tajudin | Editor: Glery Lazuardi
ahmad tajudin
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten akan melakukan pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022. 

Laporan Wartawan Tribun Banten.com Ahmad Tajudin

TRIBUNBANTEN.COM, KOTA SERANG - BPS)'>Badan Pusat Statistik ( BPS) Provinsi Banten akan melakukan pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) Tahun 2022.

Pendataan Regsosek merupakan pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan.

Rencananya pelaksanaan Regsosek akan dilakukan serentak se-Indonesia, pada tanggal 15 Oktober 2022 hingga 14 November 2022.

Baca juga: Pemprov Banten Salurkan BLT BBM Bersumber dari APBD, Sasar 75.613 Keluarga Penerima Manfaat

Kepala BPS Provinsi Banten, Dody Herlando menyampaikan dalam pendataan ini pihaknya akan mengerahkan hampir sekitar 20 ribu petugas.

"Petugas yang akan bertugas di lapangan hampir 19.793 ribu orang," ujarnya saat di kantornya, Senin (26/9/2022).

Baca juga: Harga Mobil Bekas di Legok Kota Serang Banten, Mulai Rp 85 Juta hingga Rp 300 Jutaan

Adapun rinciannya yaitu sebanyak 15.656 orang bertugas sebagai Petugas Lapangan (PPL).

Kemudian sebanyak 3.830 orang bertugas sebagai Pemeriksa lapangan (PML) dan 307 orang bertugas sebagai Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka).

Nantinya, kata dia, petugas tersebut akan mendata sekitar 12 juta penduduk di Banten.

"Tim di lapangan akan mendata semua anggota keluarganya," katanya.

Menurutnya data yang paling banyak di Banten berada di Tangerang Raya, dilanjut Kabupaten Serang dan yang paling sedikit berada di Cilegon.

Baca juga: PJU Polda Banten Dimutasi, Kombes Pol Riko Junaldy Jabat Kabid Propam Polda Banten yang Baru

Dody menuturkan bahwa pendataan ini sangat penting dilakukan, karena data tersebut akan dijadikan data terpadu yang terintegrasi.

Oleh karenanya, untuk mensukseskan kegiatan itu, pihaknya meminta kerjasama masyarakat untuk bisa menyampaikan data yang diperlukan oleh petugas.

Baca juga: Tenaga Honorer Menyusut 1.000 Orang, BKD Provinsi Banten Pastikan Tidak Ada Lagi Data Siluman 

Dirinya menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu terhadap keamanan data pribadinya.

Menurutnya kerahasiaan data itu telah dijamin Undang-undang Statistik Nomor 16 Tahun 1997 terkait data.

Bahkan para petugas di lapangan nanti, kata dia, akan dibentengi agar tidak membocorkan data.

"Kita sudah membentengi petugas kita untuk tidak membocorkan data, karena nanti mereka akan menandatangani fakta integritas untuk tidak membocorkan data itu," katanya.

 

 

 

 

 

 

Sumber: Tribun Banten
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved