Breaking News:

Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia Sah Gelar Referendum, Ukraina Teror Warga Sipil

Referendum yang digelar di wilayah pendudukan Rusia, Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR), Kherson, dan Zaporizhzhia menuai hasil.

Editor: Ahmad Haris
Graeme Bruce/CBC News
Luhansk, Donetsk, Kherson dan Zaporizhzhia, 4 wilayah yang akan mengadakan referendum. - Hasil referendum yang digelar di wilayah pendudukan Rusia, Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR), Kherson, dan Zaporizhzhia keluar pada Selasa (27/9/2022). 

TRIBUNBANTEN.COM - Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR), Kherson, dan Zaporizhzhia telah menggelar referendum, dan menuai hasil.

Hasil referendum yang digelar di wilayah pendudukan Rusia itu keluar pada Selasa (27/9/2022).

Mengutip Tribunnews.com seperti dilansir dari TASS, Selasa merupakan hari terakhir pemungutan suara.

Baca juga: Wilayah Zaporizhzhia di Ukraina Bakal Referendum, 30 Ribu Warganya Ajukan Kewarganegaraan Rusia

Komisi Pemilihan Lapangan mengadakan pemungutan suara selama empat hari.

Hal tersebut merupakan satu-satunya pemungutan suara, yang diadakan di tempat pemungutan suara (TPS) yang tidak bergerak.

Hingga hari ini, referendum di keempat wilayah yang dipermasalahkan itu dinyatakan sah, dengan tolak ukur 50 persen dari jumlah pemilih yang telah bersih.

Hingga Senin malam, partisipasi pemilih mencapai 86,89 persen di DPR, 83,61 persen di LPR, 63,58 persen di wilayah Kherson, dan 66,43 % di wilayah Zaporizhzhia.

Pekan lalu isu diadakannya referendum menjadi topik pembicaraan yang panas di DPR dan LPR.

Penduduk wilayah Zaporizhzhia dan Kherson bergabung dengan inisiatif tersebut ketika organisasi publik setempat mengajukan permintaan serupa kepada otoritas mereka.

Kepala Administrasi Militer-sipil wilayah Zaporizhzhia Dekrit Yegeny Balitsky mengatakan di saluran Telegramnya Selasa kemarin.

Keputusan kepala administrasi militer-sipil regional Kherson Vladimir Saldo juga mulai berlaku, kata pemerintah daerah kepada TASS.

Referendum mendapat kecaman dari Ukraina

Wali Kota Donetsk Alexey Kulemzin menyatakan pada hari Senin, bahwa pasukan Ukraina telah meneror warga sipil di Donetsk.

Sebanyak 115 serangan Ukraina dilaporkan di kota itu dalam tiga hari pertama referendum.

Baca juga: Giliran Kota Kherson di Ukraina Bentuk Komite Pemilihan, dan Gelar Referendum untuk Gabung ke Rusia

"Ada 115 serangan di kota Donetsk selama tiga hari terakhir," katanya kepada saluran televisi Rossiya-24, Senin.

Menurutnya, aksi teror yang dilakukan oleh militan Ukraina terhadap warga sudah menjadi hal biasa.

Lima dari sembilan distrik kota saat ini mendapat kecaman dari tentara Ukraina, walikota menambahkan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hasil Referendum Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia Dinyatakan Sah

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved